Pemkot Sulap TPA Sukawinatan dan Kuburan Cina Jadi RTH

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berencana akan menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Mengingat banyaknya pembangunan yang saat ini tengah berlangsung, RTH dibutuhkan sebagai penyeimbang pembangunan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang Faizal AR menjelaskan, ada dua lokasi yang akan dijadikan RTH yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Talang Kerikil. Penambahan ini bahkan sudah dibicarakan dengan walikota sebelumnya.

“Kedua tempat tersebut akan menjadi RTH dengan pepohonan yang rimbun seperti Punti Kayu. Untuk lahan TPA Sukawinatan seluas 35 hektar itu akan menjadi RTH yang banyak dikunjungi oleh masyarakat Palembang,” tuturnya, Kamis (1/6).

Ia mengatakan, pihaknya akan menanami TPA dengan tanaman pohon yang menghasilkan seperti pohon buah-buahan, Mangga, Kelengkeng dan lainnya. Dimana tempat ini pun berdekatan dengan Pemakaman Talang Kerikil atau lebih akrab disebut kuburan Cina.

“Realisasi secepatnya setelah terwujudnya sistem pengolahan sampah Incenerator di TPA Karyajaya. Dimana nantinya pembuangan sampah akan dialihkan kesana,” ujarnya.

Sebelumnya Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, selain TPA, komplek kuburan Cina itu akan jadi RTH. Kawasan ini diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata selain Pulau Kemaro.

“Saat perayaan Cheng Beng, kuburan Cina itu ramai. Tidak hanya dari Palembang, tapi dari luar kota dan luar negeri,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ide tersebut didapatnya setelah bertemu dengan Ketua Paguyuban Pemakaman Thamrin, beberapa waktu lalu. Lahan seluas 90 hektar itu akan dimanfaatkan jadi RTH. Area ini juga bisa dijadikan tempat rekreasi dan menjadi destinasi wisata.

“Kesannya tidak lagi menyeramkan dan kalau dilihat dari atas itu bukan kuburan-kuburan, tapi pohon-pohon hijau. Tidak hanya Pulau Kemaro saja yang ramai, kuburan China juga akan ramai dengan wisatawan yang datang,” pungkasnya. (korankito.com/raya/amel)