Pemkot Anggarkan Rp 150 Juta Untuk Perbaikan Tiga Makam Bersejarah

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menganggarkan dana perbaikan untuk makam-makam bersejarah yang ada di Kota Palembang. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Sudirman Tegoeh menuturkan, dana yang akan dianggarkan untuk perbaikan makam berejarah ini sebesar Rp 150 juta/makam.

“Sebenarnya kelestarian makam bersejarah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar pemakaman tersebut,” tuturnya, Kamis (1/6).

Menurut Sudirman, pihaknya sudah menginvetarisir 15 makam yang didominasi oleh makam para tokoh Kesultanan Palembang Darussalam. Diantaranya Makam Pangeran Keramajaya, Mandi Angsoko, Kawah Tengkurep, Ratu Sinuhun, Bagus Kuning, Pembayun, Ario Dhamar, Ki Gede Ingsuro, Cinde Welan, dan makam Mandi Alit di Charitas

“Menjaga kelestarian para leluhur kita di masa dulu memang merupakan tugas pemerintah diantaranya melakukan revitalisasi, tetapi masyarakat pun harus punya peran dalam menjaganya,” katanya.

Ia mengakui, kondisi makam-makam tersebut ada yang terawat, kurang terawat dan tidak terawat. Dimana yang terawat seperti Kawah Tengkurep, Ratu Sinuhun, Bagus Kuning, Ario Dhamar di Ariodillah, pasalnya masyarakat di sekitar makam berpartisipasi menjaga dan merawat makam tersebut.

Dari keseluruhan yang telah diinvetarisir, kondisi makam tidak terawat paling mendominasi. Diantaranya makam Kironggo Wiro Santiko, di jalan Talang Kerangga, padahal makam ini lebih tua dari makam Kawah Tengkurep.

Kemudian makam Pangeran Kramajaya di Kelurahan 15 Ilir dimana kondisinya sangat memprihatinkan karena sudah rata dengan tanah, akibat ditimbun oleh oknum tidak bertanggung jawab. Untuk tahun ini lanjutnya, karena anggaran di Dinas Kebudayaan tidak banyak, maka estimasinya Rp150 juta permakam tersebut digunakan untuk perbaikan tiga makam terlebih dahulu yakni Pembayun, Madi Angsoko, dan Kironggo Wiro Santiko.

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo pun telah mengunjungi Makam Kironggo Wiro Santiko di Talang Keranggo. Ini makam merupakan pemakaman para leluhur dan sesepuh tokoh Palembang.

Salah satunya terdapat leluhur penyiar Islam di Kota Palembang, yang usia makamnya sudah lebih dari satu abad. Ia meminta Dinas Kebudayaan agar menindaklanjuti perbaikan kawasan pemakaman tersebut.

Ia mengatakan, sebagai identitas Kota Palembang, makam-makam bersejarah ini perlu diperhatikan dan itu semua menjadi tanggung jawab bukan hanya pemerintah tapi juga dibutuhkan peran serta dari masyarakat. Jangan sampai makam-makam ini dibiarkan begitu saja tanpa adanya perhatian dan perawatan dari pemerintah.

“Kalau dibiarkan begitu saja, lama-lama Palembang tidak akan punya sejarah karena identitas yang menunjukkan sejarah Palembang sudah hilang,” tegasnya.

Sedangkan untuk makam yang sudah beralih fungsi, lanjutnya akan dikembalikan kebentuk semula. Pihaknya akan melakukan berbagai usaha dengan melakukan pendekatan kepada pemilik baru agar mau mengembalikan makam yang telah beralih fungsi tersebut.

“Dengan terawatnya makam-makam bersejarah ini tentunya bisa dijadikan sebagai destinasi wisata ziarah yang dapat dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Kota Palembang,” tukasnya. (korankito.com/raya/amel)