Oknum Pegawai BPMPTSP Kedapatan Lakukan Pungli

Salah satu warga yang melakukan legalisir surat menyurat di kantor Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Kota Palembang. foto/ist

Palembang – Salah satu oknum yang tercatat sebagai pegawai Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Kota Palembang berinisial A, kedapatan meminta sejumlah uang ilegal atau pungutan liar (Pungli) kepada warga yang mengurus pengambilan Surat Izin Gangguan di instansi badan pelayanan milik Pemerintah tersebut. Hal ini dialami oleh warga Jalan Papera yang juga sekaligus jurnalis disalah satu media di Palembang, berinisial Pi, dimana saat ingin mengambil legalisir surat yang di urus di BPMPTSP, ia dimintai uang sejumlah Rp 100 ribu oleh oknum tersebut.

“Jumlah legalisir itu ada 4 lembar, awalnya si pegawai itu minta dibayar Rp 30 ribu perlembarnya, jadi Rp 120 ribu. Tapi pegawai itu bilang, ya sudah bayar Rp 100 ribu aja semuanya. Tapi kan ini yang diurus punyanya kantor juga jadi aku minta kwitansi untuk pembayaran yang akan dilakukan, eh katanya gak ada. Dari sana aku udah mulai curiga,” tuturnya, saat diwawancarai di depan kantor BPM PTSP, Jumat (2/6).

Dikatakan Pi sebelumnya ia juga pernah mengurus surat-menyurat seperti ini. Tapi tidak pernah ada biayanya. “Saya cukup kaget lah tadi itu karena tahun sebelumnya saya tidak dimintai apa pun saat mengurus surat yang sama,” imbuhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai ulah oknum pegawainya ini, Kepala BPM PTSP Ahmad Jazuli menegaskan, biaya pengurusan apapun yang tanpa kwitansi itu gratis. Jadi bisa dibilang ia membenarkan jika hal yang dilakukan oknum pegawainya itu merupakan Pungli.

“Sebenarnya tidak ada layanan khusus untuk legalisasi surat izin gangguan ini. Namun kami akan tetap melayani bagi masyarakat yang membutuhkan. Perlu diingatkan semua itu tidak ada biaya alias gratis. Terkait adanya oknum yang masih meminta pungutan, jujur kami baru tahu sekarang dan kami akan melakukan pemanggilan oknum pegawai tersebut dan memberikan teguran kepadanya,” katanya, saat dihubungi via telepon. (korankito.com/raya)