OKI Terima Penghargaan WTP 6 Kali

Wabup OKI saat merima piagam opini WTP dari BPKP Sumsel.foto/endri

OKI – Kerja keras Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)  dalam menyelesaikan laporan keuangan kembali mendapatkan penghargaan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Predikat WTP ini merupakan yang ke-6 kalinya diterima Pemkab OKI, sebagai opini tertinggi yang diraih dalam standar pelaporan keuangan daerah setelah BPK RI Perwakilan Sumsel menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kabupaten OKI tahun 2016.

Piagam WTP diberikan langsung Kepala BPK RI Perwakilan Sumsel  Maman Abdul Rahman kepada Wakil Bupati OKI, HM Rifa’i, didampingi Ketua DPRD OKI HM Yusuf Mekki  di Auditorium Kantor BPK RI Perwakilan Sumsel, Rabu (31/5).

Wabup HM Rifa’i, mengatakan, prestasi WTP yang telah dicapai berkat kerja keras semua SKPD dan masyarakat OKI.  “Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran DPRD OKI, FKPD dan SKPD atas pencapaian WTP ini,” ucapnya.

Sementara Kepala BPK RI Perwakilan Sumsel Maman Abdul Rahman mengatakan, pemeriksaan laporan keuangan daerah merupakan perintah dan amanah undang-undang. Pemeriksaan oleh BPK tidak berhenti sampai di tahun ini saja, tetapi akan terus dilakukan setiap tahun.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten OKI, Daud S, menambahkan, Pemkab OKI terus melakukan evaluasi dan saat ini telah mengupayakan sistem pengelolaan keuangan daerah yang lebih cepat, akurat dan efisien seiring akan diterapkannya sistem informasi manajemen daerah (SIMDA) yang terintegrasi dengan perbankan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguna secara online.

“Jika pengelolaan keuangan daerahnya bagus dan optimal maka bisa berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan daerah. Selain itu kami juga akan lebih mudah melakukan kontrol dan pengendalian saldo kas internal di Pemda,” katanya.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Kabupaten OKI, Endro Suarno mengatakan, syarat utama tercapainya opini WTP terhadap LKPD adalah keterbukaan, serta perbaikan sistem pengendalian intern.korankito.com/endri/drsd