TDL Naik, Beban Makin Berat

Foto/hafiz

Kebijakan pemerintah pusat menaikkan tarif dasar listrik (TDL) beruntun sejak Januari hingga Mei dikeluhkan sejumlah warga di Muaraenim.

Warga Kelurahan Rumah Tumbuh, Muaraenim Wati (32) mengungkapkan, naiknya TDL membuat beban rumah tangga semakin berat terlebih lagi dengan ditariknya subsidi pemerintah. ‘’Apalagi bagi kami yang berpenghasilan pas-pasan,’’ katanya, Selasa (30/5).

Menurut wati, masyarakat juga agak kebingungan dengan tampilan angka di meteran listrik selama ini bila mengisi pulsanya otomatis akan bertambah dengan nominal angka yang dibelanjakan tapi sekarang malah berkurang. ‘’Kalau dulu bertambah sekarang malah berkurang,’’ keluh Wati.

Sementara itu, menurut petugas pelayanan PLN Cabang Lahat Rayon Muara Enim Didit (36), kenaikan TDL terjadi pada Januari hingga Maret dengan kisaran Rp 700/KWH, tahap kedua Maret hinggga April Rp1014/KWH dan tahap tiga April hingga Mei sebesar Rp1352/KWH.

“Masalah kenaikan TDL ini sudah kami sosialisasikan kepada masyarakat melalui selebaran mengenai berkurang nominal angka direkening listrik dengan rupiah dibelanjakan terhadp saldo pulsa masyarakat salah menyikapinya,” ujarnya.

Diterangkan Didit kalau masyarakat belanja pulsa sebesar Rp50 ribu bukan rupiahnya ditampilkan namun berapa nominal belanja dibagi dengan harga per KWH itulah yang akan tampil di layar rekening. ‘’Berapa nominal belanja dibagi Rp1342/KWH itu yang tampil,’’ tutup Didit. (Korankito.com/hafiz/syym)