Nodong di BKB, Dede Digelandang ke Polresta

Palembang – Objek wisata Benteng Kuto Besak (BKB) yang selalu ramai didatangi oleh para wisatawan tampaknya menjadi sasaran empuk kawanan pelaku-pelaku kejahatan.

Seperti yang dilakukan oleh Dede Apriansyah (29). Warga asal Kota Lubuklinggau ini, nekat menodong wisatawan​ lokal yakni Deni Hendra (41) dengan menggunakan sebilah senjata tajam (sajam) jenis pisau.

Gara-gara ulahnya, Dede pun harus meringkuk di sel tahanan Mapolresta Palembang, setelah sebelumnya ditangkap oleh korban bersama anggota kepolisian Polda Sumsel saat melintas di atas Jembatan Ampera.

Berdasarkan data dihimpun, ulah pelaku berlangsung, Selasa (30/5) sekitar pukul 22.00. Dimana ketika itu, korban Deni sedang berkunjung ke tempat kejadian perkara (TKP).

Lalu, datang Dede sendirian yang langsung menodongkan pisau kearah korban, seraya menarik tas korban. Dikarenakan takut, Deni menyerahkan tas yang berisikan tiga ponsel serta uang sebesar Rp44 ribu kepada pelaku.

Dede pun langsung melarikan diri ke atas Jembatan Ampera yang kemudian dikejar oleh korban. Deni pun menjerit minta tolong hingga terdengar anggota polisi yang sedang melintas dan berhasil menangkap pelaku.

“Saya sendirian pak, menggunakan pisau yang langsung saya arahkan ke dadanya. Setelah itu saya kabur dan ditangkap empat anggota polisi,” ucap tersangka Dede saat ditemui di Polresta Palembang.

Lebih lanjut, Dede mengatakan nekat melakukan aksi tersebut dikarenakan tidak mempunyai uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari. “Untuk makan pak, karena saya tidak mempunyai uang dan tidak bekerja,” tuturnya.

Saat ini tersangka Dede sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh petugas Satuan Reserse Kriminal​ (Satreskrim) Polresta Palembang. (korankito.com/depe/amel).