Jelang Lebaran, TPID Pantau Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

Salah satu pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Tradisional lubuklinggau. foto/dhia.

Lubuklinggau – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau menggelar rapat bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID). Rapat yang dipimpin Wakil Walikota (Wawako) Lubuklinggau Sulaiman Kohar dihadiri Sekretaris Kota (Sekda) Rahman Sani dan sejumlah stake holder, pengusaha, ageb dan distributor.

Wakil Walikota Sulaiman Kohar menjelaskan, tim TPID setiap harinya akan memantau harga sembako hingga menjelang lebaran. Jika ada harga sembako melonjak, tim akan bergerak untuk mencari penyebab harga tersebut naik.

“Kita menekan itu jangan sampai terjadi. Supaya kalau belanja jangan berlebihan. Untuk stok bahan pokok itu tetap tersedia,” katanya.

Sementara itu memasuki hari keempat Ramadan, sejumlah harga kebutuhan bahan pokok seperti harga bawang merah dan bawang putih di pasar tradisional di Lubuklinggau mulai merangkak naik. Dimana harga bawang sudah mencapai Rp 28 ribu/kg.

Sedangkan untuk harga bawang putih perlahan mulai turun meskipun masih berada kisaran Rp 50 ribu/kg sejak sepekan terakhir.

Salah satu pedagang di Pasar Tradisional Inpres Kenedi (38) mengatakan, bawang putih tadinya sebelum naik harganya perkilo Rp 44 ribu. Sedangkan harga bawang merah sebelum naik harga normalnya per kilogram antara Rp 24 ribu sampai Rp 25 ribu.

“Harga bawang merah sudah dua hari naik karena barangnya kosong. Sama juga dengan bawang putih, barangnya kosong,” ungkapnya.

Lain halnya dengan harga cabai, yang hingga kini harganya masih normal. Cabai merah dan cabai rawit perkilogramnya dijual Rp28 ribu. (korankito.com/dhia/amel)