Dicoret dari Daftar Gaji, Guru Honda Geruduk Disdik Sumsel

Para guru honor daerah saat mendatangi ruangan Sekretaris Disdik Sumsel.foto/ejak

Palembang – Belasan guru honor daerah (Honda) jenjang sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/K) menyambangi ruang Sekertaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) Budiyono. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan alasan gaji mereka tak kunjung dibayarkan sejak Januari 2017.

Salah satu guru honda di Banyuasin yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya sudah mengajar linear dengan gelar sarjananya sejak 1989 silam dan mempunyai​ surat keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Banyuasin.

“Kedatangan saya dan rekan yang lainnya di sini mau mempertanyakan kepada pihak Disdik, ko gaji kami tidak cair dan katanya dicoret dari penerima gaji. Padahal sudah mengabdi selama 20 tahun lebih,” akunya saat menunggu di luar ruangan Budiyono.

Sementara itu, seusai menemui para guru honda, Budiyono menjelaskan, duduk perkara yang menghambat gaji mereka belum dicairkan. Dikatakannya, saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi ulang lebih mendalam terhadap berkas guru honda tersebut dan jumlah guru kemarin belum final. Sebab pihaknya menemukan ada guru yang mengajarnya tidak linear masuk namun daftar gaji dan yang linear tidak masuk.

“Ini juga permintaan dari Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel agar ditunda dulu pencairan gajinya hingga semuanya clear,” katanya.

Pihaknya berharap agar masalah ini dapat segera selesai, sebab ia juga dapat merasakan keadaan guru yang tetap memenuhi kewajibannya meski haknya belum dibayarkan.

“Kita mau membayarnya sebab dananya sudah ada. Bahkan kemarin kita punya opsi dengan membuat surat kontrak kerja. Namun setelah berbicara dengan pihak terkait, hal itu tidak dapat dilakukan. Sehingga pihaknya tetap pada pilihan awal dengan menyelesaikan verifikasi untuk mendapatkan jumlah guru honda yang riil untuk segera dibayarkan gajinya,” pungkasnya.korankito.com/ejak/drsd