500 Anggota Kelompok Tani Sambangi PN Sekayu

Banyuasin – Sedikitnya 500 warga dan anggota kelompok tani Karya Bersama Rimba Asam, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin menyambangi Pengadilan Negeri (PN) Sekayu, Musi Banyuasin (Muba), Selasa (30/5).

Ratusan warga tersebut mengawal jalannya persidangan terlapor H Rifai Burhan dan H Tjok Olah terkait penjualan lahan milik usaha kelompok tani.

Menurut Ketua Kelompok Tani Karya Bersama Masdriyanto, pihaknya sengaja datang ke PN karena ini persidangan perdana kasus penjualan lahan milik kelompok tani.

Ia mengungkapkan, peristiwa itu terpaksa masuk ke meja hijau sebab kelompok tani Karya Bersama sudah mencari solusi mulai tingkat kelurahan, bupati Banyuasin maupun DPRD tidak juga ada titik temu. ‘’Bahkan terlapor membuat kelompok tani baru dengan dalih bahwa kelompok tani Karya Bersama dikatakan oleh terlapor telah dibubarkan,’’ paparnya.

Maka itu, tambahnya, persoalan ini dibawa ke ranah hukum dan tidak benar kalau kelompok tani Karya Bersama itu dibubarkan.

Sementara itu, anggota kelompok tani Karya Bersama Ujang berharap, lewat persidangan ini masyarakat Betung dan khususnya bagi anggota kelompok tani Karya Bersama akan lebih mengetahui dan kalau sudah di persidangan silahkan membuktikanya.

Dikatakan Ujang sudah melalui berbagai mediasi tidak diindahkan oleh terlapor dan termasuk dari pihak perusahaan PT Hamita Utama Karsa yang menerima data fiktif dari terlapor.

Menurut Ujang, massa itu datang ke PN Sekayu dengan kesadaran sendiri, namun tetap terkoordinir agar tidak anarkis. ‘’Dalam sidang selanjutnya nanti jumlah massa dipastikan akan bertambah banyak,’’ terang Ujang. (Korankito.com/waluyo/syym)