Rampas Ponsel, Dua Pemuda Dicokok Polisi

Kedua tersangka saat dibawa ke Polsek Mariana Banyuasin. foto/depe.

Palembang – May Hendra alias May (19) bersama Rama Yandi alias Yandi (19) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian Polsek Mariana Banyuasin, lantaran terlibat aksi perampasan dua ponsel milik Fauzan Nur Gaza (18).

Keduanya ditangkap saat santai di rumah masing-masing yang berada di kawasan Desa Perajen, Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Senin (29/5) sekitar pukul 09.00.

Berdasarkan data dihimpun, ulah kedua pelaku berlangsung Sabtu 10 Desember 2016. Dimana, ketika itu Fauzan sedang melintas di Jalan umum, Desa Duren Ijo, Kelurahan Mariana dengan mengendarai sepeda motornya.

Melihat korban mengendarai sepeda motor sendirian, kawanan pelaku mengejar Fauzan dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Soul GT.

Setelah mendekati korban, pelaku pun menarik kunci kontak serta mematikan kendaran yang kendarai oleh Fauzan. Selanjutnya, kedua tersangka langsung melintangkan sepeda motornya kedepan motor korban.

Kemudian, May turun dari sepeda motornya dan menuju kearah korban seraya membawa senjata tajam (sajam) jenis obeng panjang. Ia pun meminta uang sebesar Rp15 ribu.

Sebelum kabur, May sempat merampas tas selempang yang digunakan korban yang berisikan dua unit ponsel yakni Samsung Young serta Andromax, lalu keduanya meninggalkan korban.

Kapolsek Mariana AKP Naziruddin didamping Kanit Reskrim Iptu Apriyadi mengatakan tertangkapnya kedua pelaku berawal saat pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait persembunyian kedua tersangka.

“Jadi mereka ini merupakan target operasi (TO) kita, setelah mendapatkan informasi tentang keberadaan mereka, anggota kita langsung melakukan penangkapan,” jelasnya saat gelar perkara dan barang bukti.

Lebih lanjut, ia mengatakan modus operandi yang digunakan pelaku dengan cara memepet dan merampas satu tas selempang yang berisikan dua unit ponsel korban.

“Pelaku juga sempat mengacungkan serta mengayunkan obeng yang dibawanya ke arah korban. Namun, beruntung ketika itu korban sempat mengelak, sehingga hanya mengenai jaket yang digunakannya,” tuturnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Naziruddin ternyata tersangka berinisial MY masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polsek Mariana dengan kasus pengeroyokan terhadap M Imam Safei alias Sawek.

“Jadi untuk tersangka RY akan kita kenakan Pasal 365 ayat II KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. Sedangkan, MH diterapkan pasal berlapis yakni Pasal 170 KUHP dan Pasal 365 ayat II KUHP,” tegas Kapolsek.

Untuk barang bukti, pihaknya mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul GT dengan nomor polisi (nopol) BG 4545 JAA yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.

Sementara itu, tersangka Yandi mengakui perbuatannya tersebut. Ia mengatakan dari aksinya tersebut dirinya hanya mendapatkan uang sebesar Rp175 ribu.

“Ponselnya sudah kami jual, uangnya kami bagi berdua. Saya dapat bagian Rp175 ribu dan May juga sama. Uangnya saya gunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Baru satu kali itulah pak melakukannya,” tutup Yandi. (korankito.com/depe/amel)

korankito.com//depe