Bisa Dipercaya

12 Sudah Ditangkap, Sisa 5 Napi Masih Buron

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Sumsel. Foto/adi

Palembang-Lima dari 17 penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1/A Palembang yang kabur, masih buron. Sementara empat napi terakhir berhasil ditangkap di kawasan Plaju, Kertapati, dan rawa-rawa di rutan.

Berita Sejenis

Empat Begal ‘Cilik’ Dicokok Polisi

SMKN 2 Palembang Bidik World Class

Dzhalilov Targetkan Top Skor Bersama SFC

1 daripada 3.067

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Sumsel, Sudirman D Hury, mengatakan, keempat napi yang berhasil ditangkap yakni, Usman Gumanti, Sandi Sutrisno, Bustamil, dan Pirli. Tiga nama pertama tertangkap setelah dilakukan pengejaran sejak kabur hingga Jumat (26/5) pukul 21.40. Mereka ditangkap di kawasan Plaju dan Kertapati.

Sementara, Pirli yang juga menjadi salah satu otak dari pelarian para tahanan ini ditangkap petugas, Sabtu (27/5) pukul 09.00, di sebuah rawa-rawa yang tak jauh dari rutan.

“Mereka sudah kami amankan dan dilakukan isolasi. Dari mereka yang ditangkap, Pirli menderita patah kaki sebelah kiri akibat loncat dari pagar. Yang lainnya hasil pengembangan berhasil kami tangkap di persembunyianya di Plaju dan Kertapati,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masih ada lima nama lagi yang masih buron yakni, Marsum Jefri Als Ujang selaku otak utama yang merencanakan kabur dari tahanan.  Ujang tercatat sebagai warga Jalan KH Azhari Lorong Keramat No 184 RT 05/02 Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I, Palembang.

Kemudian, Bastoni, warga Jalan H Aguscik Ayin Dusun II RT 17 Kelurahan Kenten Laut, Kecamatan Talang Kepala, Kabupaten Banyuasin. Ical Asmadi, warga Jalan KH Azhari Loroang Sei Semajid RT25/07, Kelurahan 34 Ulu Kecamatan SU, I, Palembang. Okta Azizzi Pasaribu, warga Jalan Mawar Blok F2, Kelurahan Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Palembang. Serta, Udin, warga Jalan Karya III, RT22/06, Kelurahan Lebung Gajah, Kecamatan Sematang Borang, Palembang.

Dari hasil pemeriksaan kepada penghuni rutan yang telah ditangkap, alasan mereka kabur karena ikut-ikutan Ujang selaku otak utama pelarian. Rencana itu pun didukung beberapa penghuni lainnya yang berhasrat kabur karena rindu dengan keluarganya masing-masing. Terlebih saat menyambut awal bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1438 H.

“Dugaan kami saat ini mereka ini karena rindu keluarga, selain itu juga ikut-ikutan,” jelasnya.

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1/A Palembang, Hensah menambahkan, keempat penghuni rutan yang sudah dibekuk tidak akan dicampur dengan tahanan lainnya di sel umum. Sesuai kententuan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, jika ada tahanan yang melanggar peraturan, tahanan itu akan ditempatkan di ruang isolasi selama seminggu.

“Kita lihat dulu dan evaluasi, jika tidak memungkinkan selama satu minggu maka bisa lebih,” ujarnya.

Menurut Hensah, pihaknya masih terus melakukan pencarian, bersama tim gabungan khusus dari Polda Sumsel, Polresta Palembang, dan petugas Kakanwil Kemenkumham. Selain itu, kini pihaknya juga melakukan pengawasan dan memperketat penjagaan baik di pintu masuk, maupun petugas yang melakukan patroli di Rutan Klas I/A Palembang. (Korankito.com/adi/mbam)