Berdalih Untuk Kebugaran, Usai Beli Shabu Residivis Diciduk

Piping (46) kedapatan mengantongi sabu digelandang, pada saat gelar perkara Mapolsek IB II Palembang, Minggu (28/5). Foto/adi

Palembang-Ada-ada saja ulah Mantra Firdaus alias Piping (46), warga Lorong Serengam I, Jalan Ki Gede Ing Suro, Palembang ini. Demi mendapat tenaga tambahan dan segar dalam bekerja, ia nekat mengonsumsi shabu.

Residivis pencurian dan penggelapan kendaraan bermotor ini mengaku dirinya baru saja membeli shabu kepada seorang pengedar berinisial A (DPO) di kawasan Tangga Buntung.

“Rencananya mau saya pakai sendiri di rumah. Sekali beli itu biasanya Rp250.000. Saya pakainya seminggu dua kali, supaya segar dan bertenaga saat bekerja,” katanya, saat gelar perkara, Minggu (28/5).

Pria yang bekerja sebagai buruh bangunan ini ternyata, baru setahun keluar dari penjara. Pada saat ditangkap, ia sedang pulang lalu bertemu dengan anggota polisi yang melakukan patroli rutin di kawasan Jalan Depaten Baru, Lorong Sukun, RT17/10, Kelurahan 27 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang.

Ayah tiga anak ini mengaku sudah bertahun-tahun mengonsumsi shabu. Namun baru kali ini dirinya di penjara atas kepemilikan barang haram tersebut.

“Sama ini baru dua kali masuk penjara. Yang pertama karena maling, terbuang satu setengah tahun baru keluar setahun lalu. Yang kedua kalinya ya, ini,” ungkapnya.

Kapolsek IB II Kompol Milwani didampingi Kanit Reskrim Ipda Jhony Palapa mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan dari warga bahwa di tempat penangkapan sering terjadi transaksi narkoba. Oleh karena itu pihaknya rutin melakukan patroli dan razia.

“Saat patroli itu ditangkap tersangka. Tersangka tidak melawan dan mengakui bahwa shabu yang dikantongi tersebut miliknya. Kami ringkus dan bawa ke polsek,” ujarnya.

Menurutnya, pada saat melakukan patroli, melihat tersangka ini gerak-geriknya mencurigakan. Tersangka pun diperiksa dan digeledah oleh polisi. Polisi menemukan satu paket sabu yang terbungkus plastik klip bening yang belum dipakai di saku kanan celana tersangka.

Atas ulahnya, tersangka dikenakan pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika dengan anacaman minimal empat tahun penjara. (korankito.com/adi/mbam)