Tepergok Curi Sawit, Dua Sekawan Diciduk

Deni Sukalagi (29) dan M Fikri (24), ditangkap anggota Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Mariana, Banyuasin. Foto/depe

Palembang-Dua sekawan, Deni Sukalagi (29) dan M Fikri (24), ditangkap anggota Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Mariana, Banyuasin. Keduanya ditangkap, lantaran tepergok mencuri beberapa tandan buah sawit milik Firman (40) di Jalan Gelam, Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin.

Berdasarkan data yang dihimpun, tertangkapnya kedua pelaku berawal saat penjaga kebun, Sumano (45) dan Taufik (30) hendak membersihkan rumput di sekitar perkebunan sawit.

Kemudian, keduanya melihat mobil angkot jurusan Plaju-Mariana sedang terparkir di kebun itu. Saat mereka dekati mobil tersebut, Sumano mendapati beberapa tandan buah kelapa sawit berada di dalam parit.

Sumano langsung menghubungi Polsek Mariana. “Mendapati laporan itu, kita langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan berhasil menangkap kedua pelaku. Sedangkan, pelaku lainnya berhasil meloloskan diri,” kata Kapolsek Mariana AKP Naziruddin.

Dalam gelar perkara dan barang bukti di Polsek Mariana, Kamis (25/4) siang, Kapolsek menyebutkan kedua tersangka akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan di atas lima tahun penjara.

“Kedua tersangka dan barang bukti berupa buah sawit, serta mobil angkot sudah kita amankan di Polsek. Saat ini kita masih melakukan pendalaman, diduga masih ada TKP lainnya,” tambahnya.

Masih dikatakan Naziruddin, pihaknya masih akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku DD yang masih buron. “Akan kita kejar terduga pelaku lainnya yang masih buron,” tutur Naziruddin.

Sedangkan, tersangka Fikri berkilah hanya diajak oleh DD untuk mencuri buah kelapa sawit tersebut. Menurutnya, ia hanya mendapatkan uang sebesar Rp100 ribu dan digunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.

“DD yang ambil dan menjualnya kepada seseorang. Tetapi, saya tidak tahu siapa orangnya. Baru sekali ini, itupun hanya diajak oleh DD. Rencananya, kalau berhasil uangnya untuk kebutuhan hidup,” katanya. (korankito.com/depe/mbam)