Kesetrum, 2 Pegawai PT Merbau Tewas Menempel di Tiang Kabel

Dua korban tewas kesetrum saat dibawa ke RSUD Palembang BARI.foto/deny

Palembang-Dua pegawai PT Merbau yang sedang memasang kabel Telkom di Jalan Gubernur HA Bastari, Kecamatan SU I, Palembang, Agi Septiadi (20) dan Dika (19), merenggang nyawa usai tersengat aliran listrik.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadiannya berawal saat kedua korban bersama dua temannya, Yantok dan Sandi memasang kabel Telkom di tempat kejadian perkara, Jumat (26/5) siang.

Namun, tiang kabel yang sedang dipancang oleh keempat pekerja tersebut menyenggol kabel listrik yang berada di sebelahnya. Seketika itu juga, aliran listrik tenggangan tinggi langsung menyambar keempatnya.

“Kami sedang memasang tiang, tanpa sengaja tiang yang kami pasang itu bersenggolan dengan kabel PLN yang ada disebelahnya,” ucap Sandi saat ditemui di Rumah Saki Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI.

Menurut Sandi, naas dialami Agi dan Dika, mereka menempel lengket di tiang tersebut cukup lama hingga keduanya tewas di tempat kejadian. Sedangkan, dirinya dan Jono terpental beberapa meter dari tiang.

“Kejadiannya itu cepat sekali. Dua sahabat kami itu langsung meninggal di tempat kejadian, sedangkan kami berdua terpental. Akhirnya, kami pun dibawa ke RSUD Palembang BARI untuk mendapatkan perawatan,” katanya.

Mandor PT Merbau selaku pemegang proyek pemasangan kabel Telkom, Agus (46) mengatakan, dirinya tidak mengetahui kejadian naas tersebut, hanya saja menurutnya ada tujuh buruh yang bekerja.

“Mereka semua berasal dari daerah Taman Sari, Lampung. Kami tidak tahu kronologi kejadiannya seperti apa, hanya saja saya mendapatkan info waktu kejadian mereka ditinggal oleh mandor lapangan,” tuturnya.

“Untuk kelengkapan, keselamatan serta keamanan selama berkerja sudah kita arahkan. Selanjutnya, kedua jenazah akan kita pulangkan ke Lampung untuk dikembalikan kepada pihak keluarga,” tambahnya.

Kapolsek SU I Palembang Kompol Mayestika Hidayat melalui Kanit Reskrim Iptu Azwan mengatakan, para pekerja saat bekerja tidak menggunakan peralatan pengamanan.

“Memang benar ada kejadian dua orang tewas kesetrum, berdasarkan dari olah TKP dan saksi, mereka ini saat bekerja tidak memakai alat standar pengamanan, hingga mereka kesetrum,” tutupnya.korankito.com/depe/drsd