Akhirnya! Pembegal Polisi Itu Ditembak Mati‎

Foto/dhia

Musirawas-Tim buser Satreskrim Polres Musirawas terlibat aksi kejar-kejaran dengan pelaku curas yang membegal anggota polisi, beberapa waktu lalu di Desa Karang Anyar, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara.

Selain aksi kejar-kejaran, pelaku juga menembaki petugas yang hendak menangkapnya. Namun polisi tak kalah cepat mengarahkan tembakan terukur ke pelaku.

‎Pelarian dan sepak terjang Makmur yang menjadi DPO kasus pencurian dengan kekerasan berakhir setelah timah panas petugas dilesakkan hingga membuatnya tewas.‎

Kapolres Musirawas AKBP Pambudi melalui Kasat Reskrim AKP Satria Dwi Dharma mengatakan, penangkapan terhadap pelaku dilakukan tim Buser Polres Musirawas yang dipimpin langsung oleh Kanit Pidum Ipda Bertu Haridyka.

Penangkapan terhadap Makmur dilakukan di RM Surya tepatnya di Jalinsum Lubuklinggau-Jambi, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara. Penangkapan bermula dari adanya informasi bahwa pelaku akan pergi ke RM Surya dengan menggunakan mobil.

Setelah itu, petugas yang telah mengetahui identitas kendaraan pelaku langsung standby di RM Surya. Saat pelaku tiba, petugas langsung menghentikan kendaraan pelaku.

“Namun pelaku langsung mengeluarkan tembakan ke arah petugas dan berusaha melarikan diri. Petugas berusaha mengejar dan memberikan tembakan peringatan, namun pelaku tetap berusaha melarikan diri. Akhirnya petugas memberikan tembakan terarah untuk melumpuhkan pelaku. Pelaku dapat diamankan,” ungkap Satria.

Pelaku yang tertembak dibawa ke RS Siti Aisyah untuk mendapatkan perawatan medis, dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter.

‎Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni  satu pucuk senjata api rakitan, satu buah selongsong kaliber 9mm, dan dua buah peluru aktif kaliber 9mm.‎

Diterangkan Satria, Makmur merupakan komplotan begal Desa Karang Anyar yang  terlibat dalam 20 laporan polisi dalam kasus curas pada tahun 2016 dan  15 laporan Polisi Curas pada tahun 2017.‎

“Makmur merupakan residivis tahun 2012 dalam perkara curas, kami  berkoordinasi dengan Kades Karang Anyar untuk menghubungi keluarga pelaku guna dibawa ke rumah duka di Desa Karang Anyar, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara,” jelasnya.

Untuk diketahui, Makmur Cs melakukan aksi‎ pencurian dengan kekerasan terhadap Brigadir Aprialdi beserta keluarganya yang berjumlah enam orang, pada 11 April 2017 sekira Pukul 05.00 Wib di Jalinsum tepatnya di Desa Karanganyar, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara.

Kejadian bermula saat korban berangkat dari Provinsi Jambi bersama keluarganya hendak pulang dari cuti menuju Provinsi Bengkulu menggunakan mobil Daihatsu Xenia warna Silver. Saat melintas di Jalinsum tepatnya di Desa Karanganyar, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara, mobil yang dikendarai korban dan keluarganya dihadang dengan kursi panjang dan kayu di tengah jalan.

Korban langsung menghentikan kendaraannya. Kemudian muncul empat pelaku  dengan menggunakan 3 senjata api rakitan (senpira ) dan satu bilah parang panjang mengancam korban dan keluarganya.

Selanjutnya pelaku menyekap korban dan keluarganya dan diturunkan di Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian 1 (satu) unit mobil Daihatsu Xenia warna Silver dan barang berharga lainnya yang apabila ditaksir dengan uang sebesar Rp70.000.000.(korankito.com/dhia/mbam)