Bisa Dipercaya

Miris! Warga Binaan Lapas, Dapat Jatah 5 Liter Air Bersih

Foto/hafiz

Muaraenim-Sedikitnya 958 orang warga binaan Lapas Kelas 2B Muaraenim, Sumatera Selatan, selalu mengeluhkan kekurangan air bersih, dalam beberapa tahun belakangan ini.


Pantauan wartawan di lapangan, Kamis (25/5), ratusan warga binaan lapas antre saat air bersih akan dibagikan oleh petugas lapas. Satu per satu, warga binaan membawa jeriken. Sayangnya setiap satu orang napi hanya mendapat jatah lima liter saja dari pembagian air bersih.

Herman (55), salah seorang warga binaan Lapas Kelas Dua B Muaraenim, yang ditemui saat pembagian air, mengatakan, mereka sangat menderita dengan kekurangan air bersih. Bahkan untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK) mereka hanya kebagian lima liter air saja.

“Kami sangat butuh air bersih itu, coba bayangkan untuk MCK setiap orang di sini hanya kebagian lima liter. Padahal idealnya kami ini menerima minimal 20 liter per hari, tentu akan mencukupi kebutuhan ini,” kata Herman.

Herman dan penghuni lapas lainnya berharap, pihak terkait mencarikan solusi untuk mencukupi kekurangan air bersih ini. Kekurangan air ini bukan hal baru lagi di lapas.  “Kami mohon carikan solusi untuk mencukupi kebutuhan air bersih ini, apalagi kita akan hadapi bulan Suci Ramadhan ini,” kata Herman penuh harap.

Sementara itu Kepala Lapas Kelas Dua B Muaraenim Rudik Ermenanto, didampingi Kesatuan Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP) Tarmizi SH, mebenarkan kondisi air bersih tersebut.

“Permasalahan yang dihadapi oleh kami di sini, masih belum tercukupinya untuk kebutuhan air bersih. Memang kami sudah dibantu oleh Bupati Muaraenim dengan dibuatkan beberapa titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan warga binaan. Tapi sumur-sumur tersebut tidak mencukupi, karena air dari sumur tersebut sering kering untuk keperluan kami. Sementara suplai air bersih dari PDAM yang ada belum. Maka kami pun berkoordinasi dengan pihak Damkar untuk membantu kami sementara waktu ini dalam mensuplai air bersih,” ujarnya.

Ditambahkan Rudik, harapan warga binaan ini menjadi catatan utama bagi pihak lapas. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak pemerintah untuk meminta dibuatkan kembali beberapa sumur bor lagi agar kebutuhan air bersih bagi warga binaan Lapas Muaraenim dapat terpenuhi. “Kita terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memecahkan permasalahan ini,” imbuh Rudik.

Rudik menambahkan, saat ini jumlah warga binaan yang berada di Lapas Muaraenim berjumlah 958 Orang, terdiri dari 307 orang tahanan, 625 narapidana, dan 16 napi wanita.

“Dari jumlah yang ada ini sudah melampaui batas kapasitas yang ada. Sementara, muatan penampungan idealnya  hanya untuk sekitar 450 Orang, jadi sudah over kapasitas,” pungkas Rudik.(korankito.com/hafiz/mbam)

Berita Sejenis

Tertipu, Uang Rp200 Juta Melayang

Ditinggal Belanja, Motor Kesayangan Raib

Setahun Buron, Pencuri Burung Kacer Diringkus

1 daripada 3.076