Bisa Dipercaya

Tahukan Anda? Sedekah Ruwah, Tradisi Menyambut Puasa Masyarakat Palembang

ilustrasi/net

Indonesia sebagai negara dengan banyak suku bangsa dan juga kaya akan tradisi dan budaya, Tak kurang dari ratusan jenis budaya bisa kita dapatkan dari Sabang hingga Merauke. Namun dengan keberagaman budaya itu, saat ini sudah dapat berjalan beriringan dengan harmonis, tanpa ada pertikaian yang dapat mengakibatkan perpecahan seperti dijaman nenek moyang kita dahulu.

Sebagai negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia, tentunya Indonesia memiliki budaya tersendiri yang berkaitan dengan Ramadhan, yang tentunya berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Begitu pula di Pulau Sumatera khususnya di Kota Palembang dan sekitarnya, Ramadhan disambut dengan meriah sekali yang telah berbaur dengan tradisi dan budaya lokal. Selain itu, budaya ini juga sangat unik, karena budaya menyambut Ramadhan di Palembang memiliki ciri khas yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Berikut adalah satu diantara banyak tradisi masyarakat Palembang dalam menyambut Bulan Ramadhan, yaitu Sedekah Ruwah.

Berita Sejenis
1 daripada 16

Sebagai kota dengan sejarah panjang kerajaan Sriwijaya, ternyata Palembang yang saat ini merupakan Ibukota Provinsi Sumatera Selatan, juga memiliki tradisi unik menyambut bulan Ramadhan. Tradisi tersebut bernama sedekah ruwah, yang biasanya diadakan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dengan melibatkan seluruh warga sekitar.

Konon pada awalnya, tradisi ini dilakukan sejak zaman keemasan dari kerajaan Palembang Darussalam. Sultan yang memerintah di saat itu, selalu memerintahkan adipati yang memerintah, agar melaksanakan kegiatan makan besar dan mengundang seluruh warga Palembang untuk ikut serta di dalamnya. Hal ini dilakukan dengan harapan, kesultanan Palembang Darussalam mendapat berkah dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

Hingga saat ini, tradisi ini diteruskan dalam bentuk makanan yang saling dibagikan ke sesama warga.  Makanan yang dibagikan pun beraneka ragam dan berciri khas kota palembang, biasanya berupa nasi gemuk, nasi yang dimasak dengan menggunakan santan kelapa untuk memberikan citarasa gurih. Kadangkala daun pandan dimasukkan ketika nasi gemuk ini dimasak untuk menambahkan aroma nya. Istilah Gemuk merujuk kepada rasa dan tekstur gurih berminyak yang dihasilkan santan kelapa yang melepaskan kandungan lemak nabatinya ke dalam nasi yang tengah ditanak dengan cara penyajian yang khas ditambah dengan beberapa lauk seperti telur dadar, teri berikut sambal goreng,  dan adapula nasi samin atau nasi minyak, nasi berbumbu yang bercitarasa gurih. Nasi ini dimasak bersama kaldu daging kambing, susu kambing, dan minyak samin, disajikan dengan daging kambing goreng dan kadang ditaburi dengan irisan kurma atau kismis. Hidangan ini populer di kalangan warga Palembang dan warga keturunan Arab di Indonesia. Nasi Samin atau nasi Minyak ini menunjukan pengaruh budaya Arab Timur Tengah dan India Muslim, tepatnya tradisi Arab Yaman. Nasi ini mirip dengan nasi Biryani, dengan lauk berupa gulai telur, opor ayam, sambal nanas, dan lainnya.

Selain di Palembang, sedekah ruwah juga ternyata berkembang di Bangka Belitung dan wilayah lainnya disekitar Sumatera Selatan Oleh karenanya, tradisi ini membuat budaya menyambut Ramadhan di Palembang semakin kaya dengan beragam keunikannya.

Saat ini dimasyarakat Sumatera Selatan, khususnya di Kota Palembang, Sedekah Ruwah digelar seperti layaknya kenduri atau perhelatan, selain membagikan makanan-makanan khas Palembang, acara Sedekah Ruwah diisi dengan pembacaan Surah Yassin dan diikuti dengan doa doa untuk arwah pendahulu serta doa doa yang mencerminkan rasa syukur atas rakhmat dan karunia Allah SWT.

Semoga tulisan ini memberi manfaat walau hanya sederhana dan ringkas saja, kepada seluruh pembaca yang mungkin memiliki pendapat yang berbeda, kami sangat berharap perbedaan itu menjadi bahan untuk menambah keutuhan dalam memahami makna tradisi Sedekah Ruwah. Apapun pendapat dan asumsi dari para pembaca semoga keselamatan, keberuntungan, dan kesuksesan selalu bersama kita semua. Ammiieen..

Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1438 H bagi seluruh umat Islam!(korankito.com/berbagaisumber/mbam)