Bisa Dipercaya

Melawan Saat Akan Ditangkap, Residivis Curanmor di Tembak Petugas

Polresta Lubuklinggau saat menggelar release tangkapan, Selasa (23/5). foto/dhia.

Lubuklinggau – Satuan Reskrim Polres Lubuklinggau meringkus Mardianto alias Yanto (42), petani, warga RT 10 Kelurahan Rahma Kecamatan Lubuklinggau Selatan I yang terlibat kasus curas. Namun saat akan dilakukan penangkapan, tersangka melawan dan berusaha melarikan diri sehingga terpaksa ditembak petugas.

Penangkapan Mardianto yang juga residivis ini berawal dari laporan korban Susi Ranti ke Polres Lubuklinggau. Dimana dalam laporannya warga Jl Keluarga RT 03 Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur I ini telah kehilangan motor Honda Beat warna hitam BG 3903 AAM miliknya pada Kamis (19/5) sekitar pukul 19.30 di Jl Sejahtera dekat Ponpes Al-Furqon di wilayah yang sama akibat dirampas paksa pelaku yang memepet korban dijalan menuju ke rumah temannya sembari menyuruh korban berhenti dan melakukan ancaman kekerasan.

Berita Sejenis

‘Mandra’ Diciduk Polisi Saat Pulang Kerumah

Ditinggal Belanja, Motor Kesayangan Raib

Neru Dibekuk Polisi Saat Curi Motor

1 daripada 21

Namun korban tidak mau berhenti malah tetap melajukan kendaraannya. Karena panik korban tetap melajukan kendaraannya, sesampainya di rumah temannya, korban langsung memarkirkan sepeda motor dan masuk ke rumah, hingga pelaku dapat mengambil sepeda motor milik korban.

“Tersangka berhasil ditangkap Jumat kemarin di Kelurahan Taba Rejo Kecamatan Lubuklinggau Selatan, saat ini sedang dibawa kerumah sakit untuk mengobati luka akibat tembakan petugas kita,” kata Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Andi Kumara didampingi Kasatreskrim, AKP Ali Rojikin saat rilis tangkapan, Selasa (23/5).

Dari tersangka polisi mengamankan barang bukti (BB) satu unit sepeda motor Honda Beat BG 3903 AAM. “Tersangka juga mengakui perbuatannya melakukan curas bersama dengan Sawal (DPO),” jelasanya.

Selain itu Polres Lubuklinggau juga merilis dua tersangka pelaku curanmor lainnya yakni Arzan (32), HA (16), satu pelaku jambret dengan inisial DI (18) dan satu polisi wanita gadungan Cindy Sintia Siregar alias Jamila (32). (korankito.com/dhia/amel)