51 Tim Ikuti Kontes Robot

Salah satu tim peserta kontes robot.foto/ejak

Palembang – Sebanyak 51 tim robotik dari 20 perguruan tinggi (PT) se-Sumatera perebutkan tropi juara umum Kontes Robot Indonesia 2017 Regional I Sumatera.

Ajang bergengsi bidang informatika dan teknologi (IT) ini diikuti oleh 51 tim robotik dari 20 PT di wilayah Sumatera yang berlangsung selama satu hari, Rabu (24/5) di Graha Sriwijaya Universitas Sriwijaya (Unsri), Kampus Bukit Besar, Palembang.

Dalam kontes ini ada empat cabang lomba seperti Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Berkaki, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI).

Ketua Panitia Kontes Robot 2017 Regional I Sumatera Subriyer Nasir mengatakan, total peserta yang ikut ada 51 tim, dengan rincian untuk KRAI ada 12 tim, KRPAI Berkaki ada 15 tim, KRSBI Beroda ada 13 tim dan KRSTI ada 11 tim.

“Mereka ini akan memperebutkan tropi juara 1 di tiap cabang dan tropi juara umum. Tim terbaik dari setiap cabang akan mewakili regional I Sunatera pada kontes robot tingkat nasional di Bandung yang dijadwalkan pada bulan November nanti,” paparnya, Rabu (24/5).

Tim juri melibatkan dosen terbaik dari berbagai PT di Indonesia. “Ada 10 juri dari Politeknik se-Indonesia dan 12 wasit dari PT di Sumatera Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pserta kontes kategori KRPAI Berkaki dari Universitas Teknokrat Indonesia Lampung, Tri Setiawan (jurusan Teknik Komputer) mengatakan, pihaknya optimis dapat meraih juara pada kategori KRPAI berkaki. Sebab robot rancangan timnya mempunyai keunggulan untuk mendeteksi ruangan dengan memakai RP Lidar atau sejenis sensor yang terus berputar.

“Dari kampus kami dikirim 24 orang untuk ikut di semua cabang. Kami optimistis dapat meraih juara, sebab tahun lalu di Riau kami berhasil meraih juara pertama di kategori yang sama,” tukasnya.

Selain itu, ia menjelaskan, untuk merakit satu unit robot pemadam api ini bisa memakan dana hingga Rp25 juta.

“Yang mahal itu sensornya dengan masa perakitan 3-4 bulan,” paparnya. korankito.com/ejak/drsd