Bisa Dipercaya

Mat Bodok Pimpin PWI OKI Periode 2017-2020

Penghitungan Suara Konferensi PWI Kabupaten OKI. foto/endri

OKI – Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) 2017 yang Senin (22/5) malam berlangsung sukses. Dalam konferensi tersebut Mad Bodok (Wartawan Sripo) terpilih menjadi Ketua PWI OKI Periode 2017-2020.

Mad Bodok unggul dengan perolehan 29 suara mengalahkan Mujianto (wartawan Palembang Ekspres)  yang mendapatkan 24 suara dari total 53 suara.

Berita Sejenis

Ketua PWI Sumsel Oktaf Riyadi yang turut hadir dalam konferensi mengucapkan selamat kepada ketua PWI terpilih, semoga kedepan PWI OKI dapat menjadi salah satu wadah bagi para wartawan dan mampu meningkatkan profesionalisme insan pers dalam menjalankan profesinya.

Guna meningkatkan profesionalisme tersebut PWI OKI harus dapat melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang merupakan filter untuk menyeleksi dan memantapkan kualitas dan etika wartawan sehingga bekerja secara profesional.

“Narasumber berwenang menolak diwawancarai wartawan yang belum lulus UKW.  Penolakan wartawan ini pernah diterapkan gubernur kita (Alex Noerdin) saat akan ditemui dan diwawancarai. Pak gubernur bertanya kepada wartawan itu apakah sudah lulus UKW atau belum,”cerita Oktaf di hadapan ratusan wartawan yang bertugas di Kabupaten OKI.

Oktaf yang juga wartawan senior di Sumsel ini mengajak seluruh wartawan di Sumsel untuk mengikuti UKW yang diselenggarakan PWI Sumsel. “Bila lulus UKW berarti wartawan tersebut memang berkompeten dibidang jurnalistik,”sambung dia.

Sedangkan wartawan yang belum lulus UKW kata pria yang akrab disapa Kak Oka, wartawan itu belum berkompeten dibidang jurnalistik sehingga narasumber punya hak untuk menolak ditemui atau diwawancarai.

Lebih rinci diutarakannya wartawan yang sudah lulus UKW akan menerima kartu anggota yang dikeluarkan Dewan Pers. “Banggakan jadi wartawan punya kartu anggota dari Dewan Pers. Artinya kita telah diakui oleh Dewan Pers,”tambahnya.

Rincinya lagi ada 3 kartu UKW yakni kartu wartawan muda untuk insan pers yang bekerja dilapangan, kartu wartawan madya untuk insan pers yang bekerja di kantor atau redaktur/editing, dan kartu wartawan utama untuk insan pers yang menjabat redaktur pelaksana atau pimpinan redaksi.

“Wartawan yang berstatus wartawan muda bisa meningkatkan statusnya menjadi wartawan madya dengan mengikuti UKW wartawan madya dan seterusnya,” pungkasnya. (korankito.com/endri/amel)