Bisa Dipercaya

Keluarga Bocah Korban Pembunuhan Ramai-ramai Datangi Polresta Palembang

Keluarga NF, bocah korban pembunuhan dan pemerkosaan saat mendatangi Polresta Palembang.foto/depe

Palembang- Mendengar kabar tersangka pemerkosa dan pembunuhan Ican (32) telah berhasil diringkus pihak kepolisian, keluarga korban bocah 8 tahun NF, mendatangi Mapolresta Palembang, Selasa (23/5) sekitar pukul 13.00 siang.

Kedatangan belasan warga Jalan KI Marogan, Lorong Aman, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang ini, untuk memastikan apakah benar tersangka pemerkosa dan pembunuh NF sudah diringkus oleh polisi.

Berita Sejenis

Juruparkir Cekoki Miras dan Perkosa Bocah SD

Temani Cari Ponsel, Pelajar SMA Diperkosa

Petani Tewas Bersimbah Darah

1 daripada 55

“Kami ini hanya memastikan, apakah benar pelakunya sudah ditangkap polisi. Kami tidak puas, kalau belum melihat mukanya,” ungkap Jasimah (43), saat ditemui di Polresta Palembang.

Ia mengatakan, belum merasa puas jika belum melihat muka pelaku. Sebab, menurutnya, korban yang dibunuh oleh pemuda yang diketahui baru seminggu keluar dari penjara ini layaknya seperti anak sendiri.

“Korban itu merupakan teman anak saya bermain, sudah seperti anak sendiri. Jika suatu saat, pelaku bebas tidak akan pernah kami terima tinggal di kampung itu lagi,” tuturnya.

Namun, harapan keluarga korban menemui pelaku tak dapat terwujud, karena Ican sedang menjalankan pemeriksaan. Hingga akhirnya, warga pun membubarkan diri dengan tertib.

Sebelumnya, Ican tersangka pemerkosaan dan pembunuhan terhadap NF berhasil ditangkap tim gabungan Polresta Palembang bersama Unit Reskrim Polsekta Kertapati Palembang.

Ican ditangkap, saat sedang tidur di mushalla yang berada di kawasan Pasar Induk Jakabaring, Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

Enam butir timah panas petugas kepolisian bersarang di kedua kakinya, lantaran berusaha melawan. Sedangkan, tersangka lainnya yakni Andre juga berhasil ditangkap di Komplek Perumahan Serumpun, Kota Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel, saat bersiap melarikan diri. korankito.com/depe/drsd