Bisa Dipercaya

GPPMS Datangi Mapolda Sumsel Tuntut Penyelesaian Hukum Beberapa Kasus

Massa dari GPPMS mendatangi Mapolda Sumatera Selatan guna menggelar aksi damai. Foto/Adi

Palembang – Puluhan orang dari Gerakan Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Sumatera Selatan (GPPMS), mendatangi Mapolda Sumatera Selatan guna menggelar aksi damai dan melakukan kontrol sosial serta mendukung sepenuhnya kinerja aparatur penegak hukum di Sumsel.

Koordinator Aksi GPPMS Sumsel Sobirin mengatakan, pihaknya meyoroti beberapa hal yang menjadi sorotan kepolisian khususnya Polda Sumsel. Diantaranya beberapa kegiatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel tahun anggaran 2016 meliputi pengadaan jasa pemberian makanan tambahan ibu hamil kurang gizi kronik dan makanan pendamping ASI balita.

Berita Sejenis
1 daripada 8

Selain itu juga pada pengadaan kelambu berinsektisida malaria, pengadaan bahan tambahan makanan dan vitamin untuk kurang gizi serta pengadaan alat kontrasepsi KB.

“Selain menuntut beberapa hal tersebut, kami juga mendesak Polda Sumsel agar berlaku adil dan mengusut secara tuntas tentang kasus operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu yang lalu terkait pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palembang,” katanya, Selasa (23/5).

Ia menjelaskan, apa yang dilakukan oleh oknum BPN Kota Palembang atas nama Rani Arvita yang terkena OTT beberapa pekan silam tentang konspirasi dan kasus sengketa sertifikat tanah ini sudah meresahkan sebagian masyarakat khususnya di Kota Palembang.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung tim dari kepolisian guna mengungkap permainan tanah. Kami meyakini tindakan yang dilakukan oknum tersebut bukan sekali itu saja. Oleh sebab itu kami datang kesini untuk mendesak pihak kepolisian agar mengusut secara tuntas,” ujarnya.

Selain itu juga pihaknya juga mendukung untuk mengusut tuntas kasus OTT, untuk segera melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Ada indikasi aktor intelektual dibalik kasus tersebut cukup besar.

Sementara itu, perwakilan Humas Polda Sumsel yang menerima aksi tersebut mengatakan, yang menjadi tuntutan para aksi ini nantinya akan diinformasikan kepada atasannya, serta akan segera ditindaklanjuti.

“Biarkan proses hukum yang sedang berjalan ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwewenang, serta kami juga akan meyelidiki beberapa tuntutan tersebut,” pungkasnya. (korankito.com/adi/fran)