Bisa Dipercaya

Tragis! Sang Calon Pengantin Akhirnya Tewas Kehabisan Darah

Budi (20) terkapar di TKP dan Anwar (50) sang calon mertua di Lokasi Kejadian. (Foto/dhia)

LUBUKLINGGAU-Budi (20) Warga Desa Jabi, Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU)‎ dan Anwar (50) warga Desa Gru Agung, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu mengalami kecelakaan karena menghantam truk fuso dari belakang di Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau. Minggu (21/5) sekira pukul 09.30 WIB.

Akibatnya ‎Budi harus meregang nyawa karena mengalami luka yang cukup serius. Sedangkan Anwar tidak mengalami luka serius. Namun harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sobirin, Kota Lubuklinggau.

Berdasarkan informasi dihimpun kejadian bermula saat Budi dan Anwar calon mertuanya itu berangkat dari Desa Gru Agung, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong menggunakan sepeda motor jenis Vega Z R dengan nomor polisi (Nopol)  BG 5571 EM hendak menuju kota Lubuklinggau karena ada keperluan.

Namun naas sesampainya di kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, motor yang dikendarai oleh Budi bersama calon mertuanya menghantam belakang sebuah mobil truk fuso dengan Nopol BD 8451 AO warna Hijau di Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Linggau Barat I yang sedang berhenti di pinggir jalan karena pecah ban.

Namun malang nyawa budi tak terselematkan lantaran kehabisan darah dan mengalami luka dalam yang cukup serius. Sedangkan Anwar calon mertuanya di rawat ruang Cempaka dan dinyatakan tim dokter tidak apa-apa.

Sambil berlinang air mata Nurlaiia (50) menuturkan tidak menyangka jika putra keduanya tersebut harus meninggal dengan cara yang tragis.‎ Ia pun  tidak mengetahui secara pasti alasan putranya tersebut pergi ke kota Lubuklinggau bersama dengan calon mertuanya.

“Saya tidak tidak tahu mereka mau kemana. Saya dengan bapak lagi dikebon. Tiba-tiba pukul 11.00 WIB saya dikasih tau‎ oleh keluarga yang sudah ada  disini, jika Budi sedang sakit dan di rawat di RSUD Sobirin, ” ungkapnya lirih.

Kemudian ia bersama suaminya langsung bergegas berangkat dari kebun kemudian diantar oleh pihak keluarga menuju rumah Sobirin Kota Lubuklinggau. Sesampainya di sana ia sangat terkejut dan nyaris pingsan ketika melihat anaknya itu sudah terbujur kaku karena kecelakaan.

“Budi memang tinggal di rumah. Tapi kemarin tidak tidur dirumah, dia menginap di rumah Anwar karena ada keperluan, kita dapat kabar dia sudah meninggal,” ‎jelasnya.(korankito.com/dhia/mbam)