Susilowati : Minta Pelaku Pembunuh Putrinya di Hukum Berat

Ibu korban pembunuhan dan tindak asusila, Susilowati (37) saa t menerima kunjungan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Senin (22/5). foto/eja

Palembang – Susilowati (37) ibu dari korban pembunuhan berinisial NFP (8) hanya bisa mengantar anaknya keliang lahat dengan uraian air mata. Padahal hampir tiga tahun Susilowati tidak bertemu putri kesayangannya itu dikarenakan bekerja di salah satu perusahaan di Pulau Batam.

Bocah berisial NFP (8) yang tewas akibat tindakan asusila dan kekerasan fisik, diketahui sudah berpisah dari ibu kandungnya sejak berusia lima tahun. Dengan jam kerja yang padat, Susilowati terpaksa menitipkan putri sulungnya tersebut kepada neneknya Sudarti (57) yang tinggal di Kertapati Palembang.

Menurut Susilowati ia berpisah dengan putrinya tersebut karena bekerja diperusahaan dengan tiga shift kerja, sehingga ia kasihan kalau harus melihat anaknya menunggu ia pulang kerja sampai larut malam. Jadi ia terpaksa menitipkan NFP kepada neneknya karena ia tidak bisa bekerja sembari mengasuhnya, karena diakuinya saat itu single parent akibat suaminya sudah meninggal saat ia mengandung.

Diakuinya, sudah tiga tahunan ia berpisah dan tidak melihat anaknya. Namun naasnya ketika ia mendapat kabar dari tetangganya di Palembang melalui telepon genggamnya, bukannya kabar baik mengenai anaknya melainkan kabar buruk bahwa anaknya telah meninggal akibat korban pembunuhan dan tindakan asusila.

Mendengar kabar buruk tersebut, sontak ia sangat shock bahkan suaminya (ayah tiri, red) putrinya tersebut sempat pingsan mendengar hal itu meski belum pernah bertemu dengan anaknya tersebut.

Pihaknya berharap agar pelaku segera ditangkap dan diadili seadil-adilnya. “Saya dengar pelakunya sempat berpura-pura ikut mencari anak saya. Benar-benar tidak berperikemanusiaan. Kami harap agar pelaku bisa ditangkap secepatnya agar tidak menimbulkan korban lainnya. (korankito.com/eja/amel)