Rayakan Harkitnas, Harnojoyo Ajak Semua Elemen Sukseskan Program Pemkot Palembang

Walikota Palembang Harnojoyo memimpin upacara Perayaan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2017 ke-109 di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Senin (22/5). foto/ist

Palembang – Belasan perahu ketek hias ikut ambil bagian dalam perayaan hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2017 yang ke-109 tahun yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bekerjasama dengan Dandim 0418 di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Senin (22/5). Bukan hanya perahu hias, beragam atraksi sebagai simbol keragaman kebudayaan masyarakat Kota Palembang juga ditunjukkan seperti aktraksi barongsai, lomba cerdas cermat diatas perahu, marchingband dan atraksi kuda lumping .

Walikota Palembang Harnojoyo dalam sambutannya saat menggelar apel bersama dalam rangka perayaan Harkitnas ke-109 tahun  mengungkapkan moment kebangkitan nasional selalu diperingati seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali di Kota Palembang. Dimana Budi Utomo memulai kebangkitan bangsa melalui pendidikan.
“Kita harus isi makna kebangkitan ini dengan menjaga silaturahmi, tingkatkan rasa persaudaraan dan kekompakan sesama guna mencapai tujuan bersama untuk pembangunan Kota Palembang,” ungkapnya.
Harnojoyo menjelaskan memaknai Harkitnas saat ini, ia mengajak masyarakat untuk bisa menjiwai rasa patriotisme atau rasa cinta terhadap tanah air, yang bisa dilakukan dengan ikut serta mensukseskan program Pemkot Palembang melalui gerakan sholat subuh berjamaah dan gotong royong yang telah dilaksanakan setiap hari minggu.
“Itulah wujud kita untuk mencintai bangsa dan negara dengan mencintai kota kita terlebih dahulu,” katanya.
Senada disampaikan Komandan Dandim 0418/Palembang Letkol Inf Romas Herlandes yang mengatakan salah satu upaya memaknai Harkitnas yaitu dengan berupaya mengatasi gesekan horizontal yang dapat memecah belah persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya dan Kota Palembang umumnya. Dengan keragaman masyarakat saat ini jelasnya jangan sampai perbedaan yang ada menjadi suatu titik
permasalahan. 
“Kita minta semua elemen masyarakat, lintas agama dan lintas etnis untuk menjaga kebhinekaan. Karena kebhinekaan itu adalah anugerah yang harus kita junjung bersama. Ingat kata-kata Bhineka itu walaupun berbeda-beda tapi untuk mencapai suatu tujuan Indonesia yang maju kedepannya,”ulasnya.
Apalagi Kota Palembang dalam waktu dekat akan menjadi tuan rumah event berskala internasional Asian Games 2018. Ini menjadi momentum bersama untuk menunjukkan Palembang sebagai kota yang kondusif tidak ada gesekan dan percikan yang dapat memecah belah masyarakatnya.
“Mari kita tunjukkan kepada masyarakat nasional dan mancanegara, Palembang sebagai kota yang kondusif dan heterogen siap melaksanakan Asian Games. Ingat baik tidaknya Palembang itulah cermin Indonesia dan menjadi kepercayaan dunia luar Palembang mampu melaksanakan Asian Games ini,” tukasnya.
Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Palembang Dharmawan sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar Pemkot Palembang dengan Dandim 0418/Palembang yang mengkolaborasikan kebudayaan yang ada di Kota Palembang.
Ia mengajak semua elemen masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama untuk tidak terpengaruh dengan konflik yang terjadi di kota lain. Karena Kota Palembang terkenal dengan zero konflik atau zero accident.  
“Ini moment yang sangat penting. Semoga ini menjadi perekat bangsa dan lintas agama serta kebudyaan yang ada di kota Palembang,” pungkasnya.(korankito.com/amel)