Diduga Razia Bocor, Sejumlah Tempat Hiburan Malam Tutup

Suasana salah satu tempat hiburan yg di Razia Minggu dini hari (21/05) foto/denny

Palembang- Diduga sudah mengetahui akan adanya razia yang dilakukan oleh Polresta Palembang, sejumlah tempat hiburan malam di Kota Palembang tutup, Minggu (21/5) sekitar pukul 00.00.

Berdasarkan data dihimpun, sejumlah diskotek yang tutup yakni Las Vegas dan Darma Agung. Sedangkan, beberapa tempat lainnya seperti diskotek G2, Princes, serta Venus sepi pengunjung.

Pantauan Koran Kito dilapangan, mulanya razia yang melibatkan 150 personel dari TNI, Kodim, Brimob Polda Sumsel, Polresta Palembang dan Satpol PP Kota Palembang dibagi menjadi tiga tim.

Kemudian, petugas langsung merangsek ke diskotek Selebriti Entertainment di kawasan Jalan Veteran, Kecamatan IT I Palembang. Ratusan pengunjung yang berada di lokasi langsung dilakukan penggeledahan.

Selain itu, beberapa diantaranya dilakukan tes urine. Hanya saja, petugas kepolisian tidak menemukan pengunjung yang menggunakan narkoba dan membawa barang-barang terlarang.

Lalu, tim yang dipimpin oleh Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mendatangi tempat hiburan di kawasan Ramayana, Kecamatan Ili Barat (IB) I Palembang.

Namun, diduga sudah bocor, diskotek G2 hanya ada tiga pengunjung sedangkan tempat hiburan Las Vegas tutup. Selanjutnya, petugas mendatangi diskotek Princess yang hanya ada sekitar 50 pengunjung.

Petugas pun langsung melakukan penggeledahan dan melakukan tes urine. Dua pengunjung dinyatakan positif​ mengkonsumsi narkoba, sehingga di gelandang ke Mapolresta Palembang.

“Razia kali ini kita lakukan cipta kondisi menjelang bulan ramadhan. Selain itu, kita juga mengantisipasi peredaran narkoba di tempat hiburan malam,” ucap Kompol Marully Pardede saat ditemui usai razia.

Lebih lanjut, mantan Kasat Reskrim Polresta Palembang ini mengatakan ada beberapa lokasi tempat hiburan malam yang pihaknya datangi. Hasilnya, dua pemuda diamankan lantaran hasil tes urinenya positif.

“Kita amankan di Polresta Palembang untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Jika memang bersalah, akan diproses sesuai undang-undang yang berlaku,” tambah Marully.

Ia menjelaskan, ada enam tempat hiburan malam yang pihaknya datangi. “Ada 150 personel, kita bagi menjadi tiga tim. Ada enam titik yang kita amankan. Nantinya, giat hari ini akan kita pelajari dimana kelemahannya,” ucapnya.

Sementara itu, seorang pemuda yang diamankan Gerry menyebutkan dirinya mendapatkan pil ekstasi yang ia makan dari temannya. “Satu butir kami bagi delapan pak, dicampurkan ke dalam minuman,” tutupnya.(korankito.com/depe/mbam)