Terduga Pelaku Pembunuhan Bocah 8 Tahun, Sempat Ikut mencari Bersama Nenek Korban

Suasana Pemakaman Korban NF, di Tempar Pemakaman Umum (TPU) Abi Kusno Cs, Jalan Abi Kusno Cs, Kecamatan Kertapati Palembang sekitar pukul 10.00 Minggu Pagi (21/5). Foto/denny

Palembang- Meninggalnya NF (8) masih menyimpan luka yang mendalam bagi para keluarga. Terlebih lagi, dirasakan oleh nenek korban Sudarti (59) yang sudah mengasuhnya sejak dari kecil.

Diceritakan Sudarti, sebelum ditemukan tewas di dalam rumah Jamilah, Jalan KI Marogan, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang, korban sempat pamitan untuk bermain di bersama temannya.

Namun, sekitar pukul 14.00, NF sempat pulang ke rumah dikarena kakek korban Maud (63) pulang seraya membawa makanan kecil. Akan tetapi, karena bukan kue kesukaannya yang dibawa, korban kembali lagi bermain.

“Ah bukan kue yang dibawa kakek, itu gorengan,” kenang Sudarti seraya menirukan perkataan korban, saat ditemui di rumahnya yang berada tak jauh dari lokasi penemuan, Minggu (27/5) sekitar pukul 12.00.

Kemudian, usai adzan ashar, Sudarti sempat mencari korban dikarenakan NF akan mengaji, namun ketika itulah dirinya tidak lagi menemukan putri dari pasangan Susilowati dan Zainal Effendi (alm) tersebut.

“Kami terus mencarinya, tetapi tidak ketemu. Saya pun akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada orang pintar. Kata orang pintar itu, cucu saya ada di rumah yang jaraknya lima sampai empat rumah,” katanya.

Akan tetapi setelah kembali mencari berdasarkan petunjuk ‘orang pintar’ tadi, ia tetap tidak menemukan NF. Lantas Sudarti pun bertemu dengan terduga pelaku pembunuh terhadap korban yakni IC. Namun, saat ia tanyakan keberadaan korban, IC menjawab tidak tahu.

“Saya curga dengan IC, karena dia terus mengikuti saya mencari korban. Lalu, saya beetanya kepada IC apakah kamu pelaku yang menculik cucu saya, tetapi dia mengelak dan lari,” ungkapnya.

Karena masih tidak bertemu dengan korban, ia pun mencoba mencari NF keluar lorong rumahnya. Ia pun bertemu dengan sopir angkutan kota (angkot) yang belakangan diketahui memiliki indra keenam.

“Dia berkata kalau cucu saya, sedang disekap di sebuah rumah dan menjerit kesakitan dan minta tolong. Karena tidak bertemu, saya pun memutuskan pulang ke rumah dan membuat laporan ke polisi,” katanya.

Usai membuat laporan di SPKT Polresta Palembang, betapa kagetnya ia saya mendapatkan kabar cucunya sudah ditemukan dalam rumah yang tak jauh dari kediamannya,  dalam keadaan tidak bernyawa dengan tangan terikat di dalam karung.

“Tidak ada firasat apapun, tetapi seminggu ini sifatnya berubah. Sering jahil dan rajin mencari uban saya. Orangtuanya di Batam juga bermimpi patah gigi dan kemaluan wanita,” ujarnya.

Masih dikatakan Sudarti, saat ini warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap IC yang diduga sudah membunuh korban. “Ada yang bilang, IC semalam tidur di angkot yang berada tak jauh dari rumahnya,” tutupnya.

Korban pun akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Abi Kusno Cs, Jalan Abi Kusno Cs, Kecamatan Kertapati Palembang sekitar pukul 10.00.(korankito.com/depe/mbam)