Kapolres Sarankan Bentuk Perda Larang Gelar OT di Malam Hari

Kapolres Empalawang. AKBP Bayu Dewantoro. Foto/rodi

Empatlawang – Terkait adanya intruksi dari Bupati mengenai larangan menggelaar orgen tunggal (OT) pada malam hari, Kapolres AKBP Bayu Dewantoro menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mengajukan pembentukan peraturan daerah (Perda) kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Pasalnya larangan menggelar OT malam hari tidak cukup hanya dengan intruksi bupati dan maklumat semata. “Saya sih sangat setuju kalau ada Perda itu, supaya ada yang menegakkan perda,” katanya.

Menurutnya sebagai instansi hilir pihaknya hanya khawatir jika gelaran OT berujung dengan keributan. “Maksud saya begini semua pihak harus bekerjasama supaya OT malam hari betul-betul tidak dilaksanakan lagi karena percuma nanti kalau sudah ada Perdanya tetapi mandul eksekusinya,” ujarnya.

Kapolres menambahkan selama dirinya bertugas di Empatlawang sudah enam kali terjadi pembunuhan.

“Sejak 2016 sampai sekarang sudah ada enam pembunuhan terjadi di OT,” imbuhnya.

Bayu menilai keluarnya maklumat dan inbup terkait OT memang cukup berdampak. Buktinya selama maklumat itu dikeluarkan baru satu kali kejadian pembunuhan saat acara OT malam.

“Kalau setelah keluarnya maklumat baru satu kasus yang kita tangani,” katanya.

Sementara itu sekretaris daerah (Sekda) Edison Jaya sebelumnya juga sudah mengatakan, pihaknya akan mengkaji untuk pengusulan rancangan perda larangan (Raperda) OT malam tersebut.

“Tentu kita harus mengkaji lagi yang jelas pak bupati sudah sangat melarang OT malam hari,” pungkasnya.(korankito.com/rodi/amel)