Harnojoyo Resmikan Kampung KB Tingkat Kecamatan

Walikota Palembang Harnojoyo meresmikan Pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) Tingkat Kecamatan se-Kota Palembang di Jalan Tanjung Rawa RT 55 RW 16 Kelurahan Bukit Lama, Jum’at (19/5). foto/ist

Palembang – Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan Kampung KB merupakan kampung berencana, kampung yang memiliki cita-cita untuk maju, baik dibidang kesehatan, pendidikan, ekonomi atau pemberdayaan masyarakat.

“Segala potensi yang  ada di kampung tersebut harus diberdayakan, seperti jika ada lahan tidur bisa ditanami buah-buahan, sayur-sayuran, atau lainnya,” ucapnya usai meresmikan Pencanangan  Kampung Keluarga Berencana (KB) Tingkat Kecamatan se-Kota Palembang di Jalan Tanjung Rawa RT 55 RW 16 Kelurahan Bukit Lama, Jum’at (19/5).

Harno mengatakan kampung KB yang berhasil dan sukses dapat menjadi contoh daerah lainnya. Misal di Makasar terdapat Lorong Garden yang dikunjungi turis manca negara. Ternyata kampung ini  asri, hujau, bersih, dan indah.

“Kalau Kampung KB bisa jadi tauladan, kampung ini menjadi kampung yang barakah,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang Dewi Isnaini mengatakan Pencanangan Kampung KB Tingkat Kecamatan ini merupakan implementasi nawacita khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dimulai dari keluarga kecil yang sejahtera,” jelas dia.

Karena dalam Kampung KB itu akan dilakukan pembangunan yang  melibatkan lintas sektor, baik di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, pertanian, perikanan atau lainnya.

Sejalan dengan itu, pada lauching tersebut sekaligus pemberian bantuan berupa bibit tanaman, bibit ikan, sembako, bubuk abate, hingga smartphone yang digunakan untuk pendataan terkait KB secara online.

Senada disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumsel Waspi yang mengatakan kriteria dibentuknya kampung menjadi Kampung KB di antaranya capaian KB masih rendah, angka kelahiran tinggi, masih ada ibu meninggal melahirkan, dan masih banyak terdapat ibu-ibu yang hamil.

Seperti di triwulan I tahun ini, terdapat 21 ibu meninggal karena melahirkan. “Kita tidak ingin ibu meninggal karena melahirkan. Hal ini bisa terjadi akibat empat M, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat, dan terlalu banyak,” jelas dia.

Karena itu untuk usia ideal pernikahan sebagai upaya penangulangan sambung dia, usia nikah untuk laki-laki 25 tahun dan perempuan 21 tahun, memakai alat kontrasepsi jangka panjang, ibu hamil harus periksa secara rutin, dan mendapat asupan gizi cukup, serta ASI ekslusif untuk ibu menyusui.

Selain itu keberadan Kampung KB dapat dapat memajukan daerah seperti menanggulangi wilayah kumuh dan menambah infrastruktur. Tak heran jika ke depan ditargetkan 5 persen dari kampung atau desa terdapat Kampung KB.

“Sekarang satu kecamatan masih satu Kampung KB. Karena melalui Kampung KB  ini diharapkan dapat mengembangkan potensi daerah,” tukasnya. (korankito.com/amel) .