Razia Jelang Ramadhan, Belasan Preman Diciduk Polisi

Belasan preman yang terjaring razia preman di sejumlah wilayah di Kota Palembang, Kamis (18/5) foto/denny

Palembang- Menjelang bulan suci ramadhan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang menggelar razia preman di sejumlah wilayah di Kota Palembang, Kamis (18/5) sekitar pukul 14.00.

Setidaknya belasan reman berhasil diamankan oleh anggota tim Tekab Satreskrim​ Polresta Palembang dari beberapa wilayah yang disinyalir menjadi tempat pemalakan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah preman sempat lari tunggang langgang melihat kedatangan petugas kepolisian. Namun, berkat kesigapan anggota, 16 orang yang diduga preman tersebut berhasil terjaring.

Para preman itu, langsung digelandang ke Mapolresta Palembang untuk dilakukan pendataan. Setibanya di kantor polisi, ke 16 preman itu diminta untuk membuka pakaian yang dikenakannya.

Sebelum dibawa masuk ke dalam ruang piket Satreskrim​ Polresta Palembang, sejumlah lelaki yang badannya dipenuhi tatto ini menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Tekab Ipda Daniel Dirgala mengatakan razia kali ini untuk mengantisipasi kejahatan dan menekan angka premanisme menjelang bulan ramadhan.

“Dalam razia kali ini kita amankan 16 preman yang kita tangkap di sepanjang kawasan seberang ulu. Mereka ini kedapatan mengambil uang dari sopir-sopir angkutan umum,” katanya saat diminta konfirmasi.

Lebih lanjut, Daniel mengatakan pihaknya akan melakukan pendataan terhadap para preman tersebut. “Akan kita lakukan pembinaan, agar tidak lagi mengulangi perbuatannya,” ungkap Daniel.

Sementara itu, Apriyadi (30) salah seorang yang terjari razia, berdalih ia tidak melakukan pemalakan terhadap sopir mobil. Melainkan, ia hanya berjualan minuman kopi kepada para sopir angkutan umum.

“Saya berjualan kopi pak, satu kantongnya seharga Rp3 ribu berisikan lima kantong kopi. Sehari biasa dapat uang Rp70 ribu, saya setorkan dengan kakak perempuan saya sebesar Rp40 ribu,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, uang ia dapat tersebut untuk dibiaya hidupnya. “Saya bekerja sebagai sopir pak, kalau jual kopi itu hanya menggantikan kakak ipar saya, baru hari ini saja,” ujar Apriyadi.

Sedangkan dihari yang sama, tim Hunter Satreskrim Polresta Palembang juga menggelar razia minum keras (miras). Sedikitnya, ada enam dus miras berbagai merek berhasil diamankan. (korankito.com/depe/mbam)