Ini Kronologis Lengkap Rekonstruksi Pembunuhan Sonia

Palembang – Pembunuhan terhadap Sonia Priska Pratiwi (19), mahasiswi Universitas Bina Darma Palembang, yang dilakukan kekasihnya Suryanto alias Kempol (24), dilakukan rekonstruksi sebanyak 33 adegan.

Rekonstruksi yang dilakukan di halaman Mapolsek Sukarami, Kamis (18/5), diperankan langsung oleh tersangka Kempol dan korban diperankan oleh model. Kemudian saksi-saksi yang terlibat secara langsung juga hadir, mulai dari kedua orangtua, kerabat dan teman korban, hingga kedua orang tua tersangka.

Adegan 1 bermula ketika Kempol keluar dari rumahnya dan menunggu Sonia berangkat kuliah di depan lorong. Adegan 2, Damris dan Nuryatmi (kedua orangtua korban) mengantar korban dengan menggunakan mobil ke kampus Bina Darma. Tersangka kemudian mengikuti dari belakang.

Adegan 3, Kempol yang melihat Sonia keluar dari kelasnya, memanggil dan mendatangi korban lalu tersangka bertanya. “Kenapa HP kamu bisa tertinggal di rumah?,” tanya Kempol.

Lalu tersangka mengajak korban pulang, tapi korban bilang mau ikut setelah selesai mata kuliah lagi. Adegan 4 hingga ke-13, terjadi di sekitar kampus Bina Darma. Hingga di adegan ke-14, teman korban, Yunita Anggraini alias Sela melihat korban memegang leher korban sambil membawa korban pergi dari kampus.

Kemudian berlanjut ke adegan ke-16, dimana tersangka membawa korban pergi ke daerah Graha 66. Kemudian korban dibawa kerumahnya di Jalan Sukawinatan, kawasan Soak Simpur, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarame, dengan menggunakan sepeda motor.

Pada adegan ke-21 terlihat Kempol sempat mengambil pisau di dapur dan disembunyikannya di laci meja kamarnya.

Adegan ke 22 tersangka sampai dirumahnya, lalu bertemu dengan kedua orang tuanya yang saat itu ada di ruang tamu. Tersangka sempat mengutarakan niat untuk menikahi korban.

Adegan ke 23 kedua orang tua korban bersama Sella dan Kiki (saksi,red) sampai di depan lorong rumah tersangka dengan mengendarai mobil. Sesampai di lorong tersebut, kedua orang tua korban berjalan kaki menuju rumah tersangka.

Adegan ke 24 ibu korban meminta saksi Fatimah menghubungi korban agar korban keluar dari dalam rumah. Pada adegan ke 25, tersangka Kempol menemui orang tua korban yang berada di luar rumah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersangka terhadap korban.

Pada adegan ke 26 hingga 28, tersangka mendapatkan penolakan dari orang tua korban untuk menikahi korban. Setelah mendapatkan penolakan tersebut, tersangka menarik korban ke dalam rumah.

Lalu tersangka mendorong tubuh korban ke dalan kamar setelah mendapat penolakan dari orang tua korban. Hingga akhirnya tersangka gelap mata dan dengan membabi buta menusukkan pisau yang telah disiapkannya tadi ke tubuh korban.

“Saya tidak ingat berapa kali menusuknya,” ucap Kempol, saat memperagakan kejadian itu di adegan ke-28.

Adegan ke-29, ayah tersangka mendorong pintu dan langsung merangkul Kempol yang tersungkur akibat dorongan pintu itu. Kemudian disusul ibu tersangka yang juga langsung memegang tangan Kempol yang masih memegang pisau, lalu membuang pisau tersebut ke jendela kamar.

Adegan ke 32, ibu korban melihat anaknya sudah bersimbah darah, lalu ibu korban keluar rumah sambil teriak minta tolong dengan warga sekitar. Pada adegan ke 33 tersangka berlari ke belakang rumah lalu menuju Mapolsek Sukarami Palembang.

Kapolsek Sukarami , Kompol Khalid Zulkarnain mengatakan, rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas yang akan diserahkan ke Pengadilan.

“Saat rekon tadi terlihat bahwa ada beda versi dan itu nanti akan kita lengkapi lagi. Untuk pasal yang dikenakan 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati dan seumur hidup,” pungkasnya. (korankito.com/adi/fran)