Sumsel Jadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Perpaprov 2017

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel bersama National Paralympic Comite (NPC) mengadakan rapat kerja provinsi mempersiapkan agenda Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) 2017, Rabu (17/5). foto/nisa

Palembang – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel mengadakan rapat kerja provinsi mempersiapkan agenda Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) 2017 yang akan di gelar di Sumsel, Rabu (17/5).

Adapun jenis cabang olahraga yang akan dimainkan perparprov salah satunya yaitu bulu tangkis, atletik, angkat berat, renang, catur, golball (khusus tuna netra), panahan, yudo, poli duduk dan anggar yang di kategorikan cabang olahraga baru

Ketua National Paralympic Committe (NPC) Sumsel Ryan Yawhari mengatakan, pihaknya sudah mempersipkan atletnya yang akan ikut berpartisipasi dikejuaraan ini.

“Kita sudah mempersiapkan 350 atlet yang akan mengikuti ajang olahraga ini” ungkapnya

Lebih lanjut Ryan mengungkapkan, mengenai persiapan menyambut Peparprov pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak yang terkait dengan mengadakan rapat bersama staff kabupaten/kota di Sumsel.

“Persiapan awalnya saya sudah mengajak teman-teman untuk mengarak api obor mengelilingi Sumsel guna memperkenalkan cabang olahraga yang akan diangkat dalam pergelaran nanti dan dalam waktu dekat saya akan rapat regulasi dengan kabupaten/kota di Sumsel” paparnya

Sedangkan menurut Tri Wardani selaku Sekretaris Dispora Sumsel dengan adanya rapat kerja seperti ini akan terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah dan pihak penyelenggara.

“Harapan saya dengan adanya rapat seperti ini dapat terjalin komunikasi, koordinasi yang baik antara pemerintah dan penyelenggra sehingga perkembangan olahraga di Sumsel akan semakin baik, mengingat sebentar lagi kita akan menyambut Asia Paralympic” ujarnya.

Untuk dapat mengikuti kejuaraan Pepaprov ini adapun tahapannya yaitu yang pertama mendaftarkan entri by cabor, dimana setiap daerah wajib mendaftarkan. Tahap kedua entri by number dan terakhir entri by next. (korankito.com/nisa/amel)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Palembang –

 

Terkait adanya kapal tongkang bermuatan batu bara dengan berat sekitar 7500 ton yang menambrak tiang pelindung (Fender) Jembatan Ampera pukul 10.40 WIB, Rabu (17/5), PT Pelindo yang bertugas mengawasi arus lalu lintas kapal di Sungai Musi angkat bicara. Manager Kepanduan PT Pelindo Teddy Gunawan mengelak jika hal ini adalah kelalaian pengawsan oleh pihaknya.

 

“Sebenarnya itu bukan kelalaian, semua masih dalam standar keamanan, jadi ini murni musibah karena memang arus Sungai Musi yang cukup kuat dan bergelombang, sehingga tali pelindung untuk muatan yang berdiameter 11 inchi pada tongkang terputus,” ungkapnya saat diwawancarai awak media diruangannya, Rabu (17/5)

 

Menurut Teddy kapasitas tongkang tidak melebihi ketentuan dengan lebar kapal 22 meter dan tinggi tidak sampai 8 meter dan panjang 90 meter. Selain itu diakuinya, Sungai Musi merupakan salah satu sungai dengan kesulitan tertinggi di Indonesia.

 

“Juga sudut elepasinya 15 derajat atau contohnya jika didarat ini nanjak dimana saat kapal menuju ke ulu dan air turun, arus menjadi deras. Tali putus tidak ketahuan padahal kondisinya juga masih bagus, tapi karena arus kuat jadi kapal berat untuk menariknya,” jelas Teddy.

 

Sebagai pemilik kewenangan lalu lintas di Sungai Musi, PT Pelindo berharap ada penambahan fender lagi juga rambu-rambu lalu lintas sungai. “Terkait Pemkot Palembang akan melibatkan pihak ketiga untuk ikut mengawasi dan pengawalan angkutan air kami setuju itu bagus, kita akan koordinasikan bersama. Nanti juga akan ada tim bersama dalam melakukan pengawasan ini,” tukasnya.

 

Sementara itu terkait hal serupa yang telah berapa kali terjadi Walikota Palembang Harnojoyo menegaskan, kedepan Pemkot Palembang segera menerbitkan Peraturan Walikota (Perwali) untuk mengatur lalu lintas kapal yang melewati Sungai Musi.

 

“Agar ada keterlibatan pihak ketiga dalam pengawasan jika nanti ada lagi kejadian seperti ini, pihak ketiga juga ikut bertanggung jawab. Secepatnya akan kita buat Perwalinya,” tegas Harno. (korankito.com/raya/amel)