Masih Ada Pengendara Terobos Tutup Arus Ke Kertapati

Foto/denny

Palembang- Meskipun sudah ditutup menggunakan pembatas jalan, namun masih ada saja pengendara kendaraan bermotor terutama roda dua nekat menerobos jalur kearah Kertapati di bawah jembatan flyover Jakabaring.

“Mungkin masyarakat belum banyak yang tau, adanya penutupan arus lalulintas menuju Kertapati,” jelas Kasatlantas Polresta Palembang Kompol Yudha Widyatama Nugraha saat dikonfirmasi, Selasa (16/5) sore.

Dikatakan oleh Yudha, saat ini pihaknya belum memberikan penindakan terhadap masyarakat yang masih menerobos tersebut. Hanya saja, kedepannya Satlantas Polresta Palembang akan menindak pelanggar.

“Saat ini kita masih memberikan toleransi kepada mereka, karena masih dalam sosialisasi, mungkin banyak yang belum tahu. Namun, kedepannnya kita akan tindak dengan penilangan terhadap mereka,” katanya.

Berdasarkan pantauan Koran Kito dilapangan, kemacetan terjadi dari pangkal jembatan Ampera hingga menuju lampu traffic light simpang empat Jakabaring Palembang.

Sebab, pengendara roda empat maupun roda dua belum banyak mengetahui adanya penutupan arus lalulintas tersebut. Seharusnya, pengendara yang hendak menuju Jalan KH Wahid Hasyim melintasi jembatan flyover.

Kemudian, memutar balik di U Turn depan kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jalan Gubernur HA Bastari, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

“Rekayasa penutupan semi permanen untuk kendaraan kearah ke Kertapati akan kita berlakukan hingga dua minggu kedepan. Agar masyarakat terbiasa dengan perubahan arus ini,”tutur Yudha.

Masih dikatakan Yudha, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui dan menjadi terbiasa dengan penutupan itu.

“Kita sudah rapat dengan instansi terkait dengan penutupan ini, empat spanduk besar sudah dipasang, dua dibundara air mancur, satu di pangkal jembatan Ampera, dan satu dilokasi penutupan,” tambahnya.

Sejauh ini, ia mengklaim penutupan itu sudah memberikan efek yang baik. Setidaknya, arus lalulintas dari arah Plaju hendak menuju jembatan Ampera sudah tidak lagi mengalami kepadatan.

“Hari ini, setelah kita menerapkan itu kendaran dari Plaju yang hendak ke Ampera yang biasanya padat hingga Muhammadiyah sudah tidak ada lagi dan lancar. Memang, dari arah Ampera ke Kertapati masih padat, itu wajar karena masyarakat belum mengetahuinya,” tutup Yudha.(korankito.com/depe/mbam)