Balita Korban Ledakan SPBB Mengapung di Sungai Musi

Jenazah Rizky saat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel. foto/denny

Palembang- Rizky, bocah empat tahun yang hilang pascaledakan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBB) terapung, Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, akhirnya ditemukan.

Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa mengapung di perairan Sungai Musi yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi ledakan, Rabu (17/5) sekitar pukul 03.00 dinihari.

Kapolsek Mariana AKP Naziruddin membenarkan penemuan balita malang tersebut. Menurutnya, setelah dilakukan pencarian oleh anggota Satpolair Polres Banyuasin, Polsek Mariana, dan Basarnas, korban akhirnya ditemukan.

“Iya benar, satu dari dua korban ledakan yang hilang sudah kita temukan, namun kondisinya sudah meninggal dunia,” ucap Rizky saat dimintai konfirmasi oleh awak media.

Lebih lanjut, Naziruddin mengatakan, saat ini jenazah sudah dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumsel untuk diautopsi.

“Korban ini merupakan anak dari korban Herman yang selamat dari peristiwa tersebut. Jenazahnya akan segera diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan”ungkapnya.

Dijelaskannya, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab ledakan di SPBB tersebut. “Kita juga masih mencari korban atas nama Andi (18) yang juga hilang sejak peristiwa itu,” tambah Nazirudin.

Sebelumnya, sebuah SPBB terapung yang berada perairan Sungai Musi meledak dan menghanguskan sebagian SPBB serta dua kapal jukung yang sedang melakukan pengisian bahan bakar di lokasi.

Dalam insiden itu, Rudi (22) merenggang nyawa di lokasi kejadian. Sedangkan, lima orang lainnya yakni Herman (25), Roni (19), Hasan Ashari (44), Sahrudin (41) serta Rusmala (41) mengalami luka bakar.(korankito.com/depe/mbam)