Waspada! Listrik Sering Padam, Hati-Hati Nyalakan Lilin

Kepala Dinas Damkar dan Penanggulangan Bencana Daerah Lubuklinggau, Kgs Efendi Feri. Foto/dhia

LUBUKLINGGAU- Cuaca buruk setiap sore hari dan diperparah dengan listrik yang sering padam disaat cuaca hujan, masyarakat yang tidak memiliki mesin Genset mayoritas menyalakan lilin sebagai penerangan didalam rumah.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Lubuklinggau menghimbau masyarakat untuk waspada saat menyalakan lilin saat listrik padam dan cuaca buruk, karena bisa menyebab kebakaran.

“Kita menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati menyalakan lilin, apalagi sekarang cuaca buruk, listrik sering padam, jangan sampai terjadi kebakaran,”imbuh kepala Dinas Damkar dan Penanggulangan Bencana Daerah Lubuklinggau, Kgs Efendi Feri,kemarin (15/5).

Feri meminta agar masyarakat selalu‎ waspada saat menyalakan lilin disaat cuaca buruk dan  selalu tingkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar tempat tinggal untuk mencegah terjadinya bahaya kebakaran.

“Daerah kita cukup rawan kebakaran, terutama kawasan padat penduduk, jadi kita himbau warga tetap waspada, apabila terjadi kebakaran kami siap melayani 24 jam silahkan telepon kami di nomor 0733321113,”ungkapnya.

Diterangkannya, dalam lima bulan terakhir ini saja telah terjadi sejumlah kebakaran yang cukup hebat, terakhir terjadi minggu lalu di wilayah Kelurahan Lubuk Tanjung, satu unit rumah milik anggota tentara ludes terbakar.

” Kita terus berinovasi menyiapkan formula untuk memadamkan api secara cepat, salah satunya bekerjasama dengan profesor Tamim,menciptakan ciaran busa untuk memadamkan api,”kata Feri.

Sementara itu, Camat Lubuklinggau Timur II, Hendra Gunawan juga meminta agar warganya berhati-hati dan mewaspadai segala hal yang bisa menyebabkan kebakaran, apalagi wilayah Lubuklinggau Timur II merupakan wilayah padat penduduk dan akses jalan sulit ditembus mobil Damkar.

“Intinya kita waspada dini, jangan sampai terjadi kebakaran, mencegah lebih baik dari pada mengobati, wilayah kita ini cukup padat, jadi kalau misal ada kebakaran cukup sulit memadamkan karena mobil damkar susah masuk ke lokasi,”pungkasnya. (korankito.com/dhia/mbam)