Polsek Betung Gelar Reka Ulang Pembunuhan Mirna

PEMBUNUHAN : Tersangka Sukri melakukan reka ulang kasus pembunuhan Mirna di Penginapan Siang Malam, Selasa (16/5). Foto/Waluyo.

Banyuasin – Polsek Betung, Kabupaten Banyuasin menggelar reka ulang kasus pembunuhan Mirna (36) di Penginapan Siang Malam dengan menghadirkan pelaku tunggal Sukri (41), Selasa (16/5).

Dalam reka ulang tersebut dilakukan 28 adegan dan diakui tersangka dengan disaksikan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin, kuasa hukum tersangka serta peran pengganti korban dan saksi.

Menurut Kapolsek Betung AKP Zulfikar didampingi Kanit Reskrim Iptu Sugeng, seluruh adegan dilakukan dengan lancar. Meskipun, tersangka yang belum bisa berjalan sendiri karena dihadiahi timah panas saat dilakukan penangkapan, maka setiap adegannya harus dibantu petugas. ‘’Tersangka diancam pasal primer 339, junto 338 dan pasal 365 KUHP dengan kurungan di atas 20 tahun penjara,’’ ujar Kapolsek Betung AKP Zulfikar.

Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan di penginapan Siang Malam Jalan Lintas Timur Kecamatan Betung terjadi pada Jumat (14/4), sekitar pukul 13.00. Sukri lebih dulu masuk ke kamar 23 penginapan tersebut, kemudian korban Mirna (36) datang dari Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, pada Jumat malam.

Setelah bertemu di kamar, mereka sempat menggunakan narkoba. Kemudian Sukri sempat meminta korban melakukan hubungan intim layaknya sepasang suami istri. Namun oleh korban ditolak karena sebelumnya korban mengaku telah melakukan hubungan badan dengan teman kencannya di wilayah Babat Toman.

Penolakan korban ternyata membuat Sukri naik pitam. Ia pun mengambil pisau dari dalam tas miliknya dan menghujamkannya ke dada korban dan mencekiknya.

Tak sampai di situ, tersangka Sukri yang sudah kerasukan setan secara membabi buta menusukkan pisaunya ke bagian punggung Mirna hingga belasan kali. Bahkan kepala Mirna juga dibenturkan hingga retak.

Untuk mengelabui petugas penginapan, Sukri berusaha memperpanjang sewa kamarnya Rp80 ribu. Kemudian ia meninggalkan kamar sekitar pukul 13.00 menuju ke arah Palembang dengan menumpang ojek. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya naik bus dan turun di Kota Pangkalan Balai untuk menjual barang perhiasan milik Mirna. korankito.com/waluyo/syym.