Gagal Buka Tutup Arus di Ampera, Satlantas Tutup Jalur Menuju Kertapati

kasatlantas Polresta Palembang Kompol Yudha Widyatama Nugraha (dok)

Palembang- Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Palembang terus melakukan berbagai upaya guna mengatasi kemacetan yang sering terjadi di atas jembatan Ampera saat jam-jam sibuk pada pagi dan sore hari.

Setidaknya, setelah gagal menerapkan buka tutup arus lalulintas di atas Jembatan Ampera, Satlantas mencoba opsi baru yakni dengan menutup arus lalulintas dari arah Ampera yang hendak menuju ke arah Kertapati.

Artinya, kendaraan dari arah seberang ilir hendak ke Kertapati tidak lagi melalui bawah jembatan flyover Jakabaring. Melainkan, diharuskan lewat atas dan memutar di U Turn depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang.

Namun, sebelum menerapkannya, Satlantas Polresta Palembang akan mensosialisasikannya terlebih dahulu, agar masyarakat Kota Palembang mengetahui penutupan jalan itu.

“Kita akan memasang sekitar empat poster berukuran 4×2 meter, kemungkinan akan dipasang mulai dari Bundaran Air Mancur (BAM) sampai lokasi penutupan,” ucap kasatlantas Polresta Palembang Kompol Yudha Widyatama Nugraha saat dikonfirmasi, Senin (15/5) sore.

Dikatakannya, poster itu berisikan pemberitahuan kendaraan yang hendak ke Plaju gunakan lajur kiri, sedangkan yang hendak ke Kertapati harus naik jembatan flyover Jakabaring.

“Kendaraan yang hendak mengarah ke Kertapati naik ke jembatan flyover dan memutar di depan kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), kalau turun flyover langsung memutar itu terlalu pendek,” jelasnya.

Menurutnya, penutupan arus ke Kertapati akan dilakukan secara semi permanen. Ditambahkannya, untuk menghindari masyarakat yang nakal, pihaknya akan memindahkan pos polisi ke tempat penutupan itu.

“Kita ingin fasilitas negara yang sudah disiapkan semuanya dapat dimanfaatkan dan dapat mengurangi kemacetan. Dan, pos polisi juga akan kita pindahkan, agar masyarakat pengguna jalan tidak berani melanggar”katanya.
Kendati demikian, ia mengatakan belum mengetahui kapan penutupan itu dilaksanakan. “Tinggal tunggu dari pihak LRT, secepatnya akan dilakukan,” tuturnya.

Ketika disinggung mengenai gagalnya buka tutup arus di atas jembatan Ampera ia menyebutkan, banyak kendaraan mengalami kemacetan di sekitar lokasi jembatan flyover Jakabaring.

“Ternyata, ada 80 persen kendaraan lewat bawah jembatan flyover. Dan, sekitar pukul 20 persen melintasi diatasnya,” tutup Yudha.(korankito.com/depe/mbam)