Dubes RI di Azerbaijan Apresiasi Kemajuan Sumsel

CENDERAMATA : Duta Besar RI untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie (kiri) menerima cenderamata dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Sabtu (13/5) malam. Foto/ist.

Baku – Disela pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) IV di Baku, Azerbaijan perwakilan kontingen Indonesia hadiri jamuan makan malam serta ramah tamah yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Sabtu (13/5) malam.

Perwakilan kontingen Indonesia yang dipimpin Chief De Missiona (CDM) Indonesia Alex Noerdin dan Raja Parlindungan Pane serta rombongan disambut Duta Besar RI untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie, di wisma KBRI.

Dalam kesemptan tersebut, CDM Indonesia yang juga Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyampaikan ucapan terima kasih kepada KBRI yang begitu banyak membantu seluruh kelancaran kontingen Indonesia selama di Baku. Alex juga memaparkan sejumlah perkembangan dan persiapan Palembang,Sumsel menyambut Asian Games 2018 serta sejumlah potensi daerah yang telah dikenal ditingkat internasional.

“Sumsel saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, kita memiliki sejumlah potensi daerah mulai dari energi, pertanian, pertambangan serta potensi lainnya bisa dijual ke seluruh mancanegara. Saat ini kita juga tengah mempersiapkan Asian Games 2018 yang sebelumnya kita juga sudah memiliki sejumlah pengalaman melaksanakan multi even tingkat internasional seperti, SEA Games 2011, ISG III 2013 dan Asean University 2014,” jelas Alex.

Menurut CDM Indonesia ini, dirinya berharap agar pihak KBRI di Azerbaijan dapat mendukung dan turut mempromosikan Sumsel sebagai daerah yang memiliki potensi luar biasa. “Kami harap pihak kedutaan mendukung dan nanti bisa melakukan kunjungan langsung ke Palembang,” harapnya.

Sementara itu duta besar RI untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie mengapresiasi Sumsel yang mengalami banyak kemajuan. Menurutnya, Sumsel memang provinsi yang luar biasa karena Gubernurnya juga luar biasa.

“Pak Gubernur ini memang luar biasa, tadi saya sempat nonton bersama pertandingan dan Alhamdulillah kita terharu karena bendera merah putih bisa berkibar di negara Azerbaijan ini. Kalau tidak, hanya 17 Agustus saja bisa dikibarkan dan itupun bisa saya sendiri yang menggereknya,” ujar Husnan dengan nanda canda.

Ia menambahkan, pihaknya selama ini juga telah memiliki sanggar tari yang memberdayakan anak-anak muda warga Azerbaijan, mereka diajarkan dan dikenalkan tarian asal Indonesia. “Jadi kami sangat berterima kasih sekali kepada pihak Sumsel yang telah memberikan bantuan berupa pakaian adat untuk menari serta peralatan musik khas Sumsel ini. Kita bisa sekaligus mempromosikan Sumsel dengan mangajarkan tarian dan adat kebudayaan Sumsel,” pungkasnya seusai menerima sejumlah cenderamata berupa pakaian adat Sumsel untuk para penari, peralatan musik khas daerah Sumsel. korankito.com/ril/syym.