2 Bajing Loncat Dilumpuhkan Tekab

Iwan Kurniawan (28)
foto/denny

Palembang- Usai menerima pengaduan, Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satreskrim Polresta Palembang berhasil meringkus dua dari empat tersangka bajing loncat yang beraksi di Jalan Nilakandi, Kecamatan Kertapati Palembang, Jum’at (12/5) sekitar pukul 18.00.

Mereka adalah Iwan Kurniawan (28) bersama temannya Andi (25) yang tinggal di Jalan Talang Nangko, Kecamatan Kertapati Palembang. Iwan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran saat ditangkap mencoba melawan dan kabur dari petugas kepolisian.

Berdasarkan data dihimpun, ulah kawanan pelaku berawal saat korban Turiman (40) warga Bumi Ayu, Kabupaten Lampung Tengah membawa mobil truk dengan nopol BE 3020 KG yang membawa 200 karung beras hendak menuju ke Lampung.

Kemudian, ketika melintasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), kawanan pelaku melancarkan aksinya dengan cara satu pelaku masuk kedalam bak truk dan melempar karung beras ke jalanan, sementara pelaku yang lainnya mengumpulkan karung berisi beras tersebut, lalu dibawa dengan motor.

Kenudian, aksi keempat pelaku diketahui oleh Turiman, kemudian korban Turiman pun membuat pengaduan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang. Setelah menerima laporan itu, anggota Tekab langsung mendatangi TKP dan berhasil mengamankan dua pelaku.

“Keduanya sudah kita amankan dan akan segera kita lakukan pendalaman, karena bukan tidak mungkin masih ada tersangka lainnya,” kata Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalu Kanit Tekab Daniel Dirgala saat dimintai konfirmasi.

Lebih lanjut, Daniel menambahkan tersangka akan dikenakan dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara. “Barang bukti yang kita amankan, empat karung beras, sepeda motor Yamaha Mio milik tersangka dan truk korban,” katanya.

Sementara itu, tersangka Iwan mengatakan ia nekat melancarkan aksinya dikarenakan dirinya tidak mempunyai​ uang untuk kebutuhan hidup anak dan istrinya. Pasalnya gaji yang ia terima sebagai sopir angkutan kota (angkot) hanya sebesar Rp30 ribu.

Sedangkan Andi mengaku, karena tidak mempunyai pekerjaan tetap dirinya terpaksa menjadi bajing loncat dan hasinyal untuk membeli rokok.”Sudah sering pak yang ngajak Bokir samo Kolam.Tugas saya hanya memungut barang hasil bajing,”tutupnya.(korankito.com/depe/mbam)