Sabu Senilai 1,5 Miliar Gagal Beredar

Satuan Narkoba Polres Lubuklinggau saat menggelar press release penggagalan peredaran narkotika jenis shabu di Polres lubuklinggau. foto/dhia

Lubuklinggau – Satuan Narkoba Polres Lubuklinggau menggagalkan peredaran narkotika jenis shabu seberat 700 gram senilai lebih kurang Rp 1, 5 Miliar yang berasal dari Provinsi Aceh dari lima orang tersangka yakni Apek, JH, MU,G dan R.‎

‎Sabu seberat 7 ons ini gagal beredar setelah mendapat informasi A1 adanya sabu seberat 1 kilo gram masuk ke wilayah Lubuklinggau dibawa dari Aceh kemudian diserahkan kepada tersangka MA alias Apek di Wisma Pratama di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Kasat Narkoba AKP Ahmad Fauzi dalam press release menerangkan bahwa setelah berhasil menciduk Apek di Wisma Pratama kemudian melakukan interogasi jaringan pengedar shabu di Lubuklinggau.

Dari hasil interogasi terhadap tersangka Apek, shabu tersebut diserahkan oleh Wandi warga Aceh yang setelah itu langsung kembali ke Aceh. Tersangka Apek sendiri memesan shabu tersebut kepada tersangka MU yang masih menunggunya di Wisma Rustam di Jalan Watervang.

“Kemudian kita menangkap tersangka MU di Wisma Rustam, nah setelah keduanya kita interogasi ternyata shabu tersebut disimpan di rumah pacarnya di wilayah Majapahit, setelah kita geledah benar kita temukan shabu seberat 700 gram beserta plastik klip,”ungkap Fauzi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka shabu seberat 300 gram telah diedarkan dengan rincian 200 gram diserahkan kepada seseorang atas perintah H salah satu Napi di Lapas Narkotika asal Aceh dan 100 gram diedarkan di wilayah Lubuklinggau.

Sementara itu Kapolres AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Wakapolres Kompol Andi Kumara menerangkan, selain menggagalkan peredaran sabu seberat 1 kg asal Aceh tersebut, pihaknya juga menggagalkan peredaran ganja kering seberat 135 gram dari tersangka ZA dan MI.

“Kita berhasil mengungkap ‎kasus narkoba jenis shabu dari sindikat antar Provinsi asal Aceh dan pengedar ganja di sini, ‎barang bukti ganja seberat 10,9 gram dan 45,51 gram beserta tanaman ganja seberat 79 gram untuk saat ini kita  masih melakukan  pengembangan. Untuk ganja diduga bukan dari Aceh, “ungkapnya.

Dalam pengungkapan kasus sindikat pengedar narkoba antar provinsi ini Satnarkoba mengamankan barang bukti berupa shabu dengan berat total 700 gram (7 ons), kemudian dua lembar ATM, lima lembar bukti transfer diduga untuk transaksi sabu yang ditransfer kepada NJ dan AS dan RB. (korankito.com/dhia/amel)