Pewarta Muaraenim Kecam Diskriminasi Terhadap Insan Pers

Muaraenim – Puluhan jurnalis yang bertugas di wilayah Kabupaten Muaraenim melakukan aksi protes terhadap oknum Polisi yang melakukan perampasan dan penghapusan data di handphone wartawati salah satu media nasional Sri Hidayatun, yang sedang melakukan peliputan penggrebekan diduga lokasi gembong penipuan online di Jalan Bungaran I Kecamatan SU I Palembang, Rabu, (10/5).

Para jurnalis ini melakukan orasi dengan membawa spanduk bertuliskan kecaman dan tuntutan supaya Kapolri agar segera memproses secara hukum oknum polisi yang melakukan tindakan intimidasi tersebut.

“Kita tidak ingin jurnalis selalu di intimidasi ataupun dilarang dalam menggali informasi, karena hal ini sangat merugikan jurnalis dan mematikan demokrasi serta matinya kebebasan pers,” ujar Ketua Komonitas Jurnalis Muaraenim (KJM) Hikazi.

Senada disampaikan Ketua PWI Sumatera Selatan Octaf Riadi yang ikut berorasi pada aksi solidaritas jurnalis Muaraenim ini mengatakan, perbuatan yang dilakukan oknum polisi itu jelas melanggar Undang-Undang Pers dan harus segera di tindak lanjuti.

“Jelas melanggar padahal beberapa waktu lalu sudah diadakan hari pers dunia, tapi kenyataannya masih tetap ada jurnalis yang mengalami kriminalisasi” tegas Oktaf.

Sementara itu Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo saat di temui awak media mengungkapkan, pihak nya akan terus melakukan pengawasan terhadap oknum polisi yang melakukan diskriminasi terhadap jurnalis itu.

“Akan terus kita pantau bagaimana perkembangannya. Kita akan desak terus agar penegak hukum dapat segera memproses oknum tersebut, saat ini kita hanya bisa mengawasi dan melindungi karena kita bukan penegak hukum jadi kita serahkan kepihak berwajib” ungkapnya. (korankito.com/hafiz/amel)