Cemburu Buta, Karmila Dianiaya Pacar

Korban penganiayaan saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (11/5). foto/depe

Palembang – Karmila (24) Warga Jalan KI Marogan Lorong Banten, Kecamatan Kertapati Palembang harus mengalami luka lebam ditubuhnya, usai dianiaya oleh ASW (23) yang merupakan pacarnya sendiri.

Akibat dari kejadian itu, korban pun mendatangi Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang untuk melaporkan perbuatan ASW yang sudah menganiayanya, Kamis (11/5) sekitar pukul 12.00.

Dihadapan petugas Karmila menuturkan, kejadiannya berlangsung Senin (8/5) sekitar pukul 19.00. Dimana ketika itu korban baru saja pulang dari bekerja namun dikarenakan tidak ada angkot ia meminta jemput pacarnya.

“Saya minta jemput dia (pacar Karmila), namun katanya tidak bisa. Jadi saya menghubungi teman untuk minta dijemput. Kalau sudah malam di kawasan Sekip itu tidak ada angkot lagi,” katanya.

Setelah menghubungi temannya itu, ternyata terlapor hendak menjemput korban. Sehingga Karmila pun membatalkan rencana untuk minta dijemput oleh temannya tersebut.

“Saya dijemput pacar. Nah pas diatas Jembatan Ampera teman tadi SMS dengan nada seperti kecewa. Lalu pacar saya bertanya siapa yang SMS itu. Saya jawab tapi dia malah marah dan menampar saya,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ASW meminta untuk diantarkan ke rumah temannya itu yang berada di kawasan 9 Ilir, Kecamatan IT II Palembang. Saat disanalah terlapor menarik, menendang serta menampar korban kembali.

“Pas di rumah teman saya itu, dia ini bertanya dengan teman saya tadi. Katanya siapa yang SMS duluan, ya teman saya itu bilang saya. Makanya dia langsung menganiaya saya,” ungkapnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban dan akan segera dilakukan penyelidikan oleh anggotanya.

“Korban sudah membuat laporan, akan segera diproses. Saat ini kita masih mendengarkan keterangan dari korban dan saksi. Dia sendiri sudah kita minta untuk melakukan visum,” tutupnya. (korankito.com/depe/amel)