Bisa Dipercaya

60 Tower Terdaftar di Kominfo

Kasi Aplikasi Telematika Kominfo Lubuklinggau Nata Suryapati. foto / dhia

Lubuklinggau – Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) Kota Lubuklinggau mewarning kepada seluruh pemilik tower agar bertanggungjawab atas kerugian masyarakat yang berada dizona aman pendirian tower.

“Kami pernah dapat laporan di Gang Durian, terus kami cek ketetangga sebelah tower, sempat ribut tower sempat digembok. Pemilik tower memang harus bertanggungjawab mengganti rugi kerusakan barang-barang warga,”tegas Kabid Telematika Karel didampingi Kasi Aplikasi Telematika Nata Suryapati.

Berita Sejenis

Ia menjelaskan zona aman pendirian tower adalah dua kali bentangan tower kiri kanan depan dan belakang tower. Sejauh ini masih banyak tower yang lepas tangan terhadap kerusakan peralatan elektronik warga yang disebabkan adanya tower.

Berdasarkan data Kominfo saat ini terdapat 60 tower yang terdaftar meliputi provider tower pemancar televisi dan lain sebagainya. Diterangkan Nata bahwa saat ini memang banyak tower yang berdiri didekat pemukiman warga, sehingga sangat besar kemungkinan terjadinya kerugian yang dirasakan warga setempat.

Selain itu pihaknya juga menyoroti terkait konstruksi tower yang masih menjadi permasalahan, namun untuk menilai layak atau tidaknya kontruksi tersebut bukan wewenang pihaknya melainkan Dinas Pekerjaan Umum.

‘”Sebenarnya zona aman untuk tower itu  2 kali bentangan tower, jadi sebelum tower itu didirikan masyarakat harus tandatangan izin baru mereka bisa berdiri, dan pemilik tower harus membuat pernyataan akan bertanggungjawab atas kerusakan yang disebabkan tower,”jelasnya.

Nata juga mempertegas bahwa pihaknya akan menegakkan‎ Perda Nomor 12 Tahun 2012 yang mengatur soal pendirian tower, dimana pihaknya hanya akan mengeluarkan rekomendasi jika ada pernyataan diatas materai dari pemilik untuk bertanggungjawab atas kerusakan alat elektronik akibat tower.

“Kami sebenarnya berencana‎ untuk mengkaji lokasi tower, uji kelayakan untuk mengkaji kelayakan pendirian tower itu sendiri, dan menekankan pemilik tower untuk bertanggungjawab atas kerugian warga yang disebabkan tower,”jelasnya.

Nata juga menyatakan bahwa pendirian tower harus mengalanalisa‎ keselamatan, kemudian memperhatikan tata letak tower yang mengacu pada aturan berlaku.

” Tata letak mereka itu berdasarkan  apa, mereka (tower)  ini sebenarnya rangkaian, reviternya ditempat lain, kemudian pemancar pusat saling terkoneksi, kemudian‎ masalah lokasi, biasanya itu survey masing-masing pemilik, masalah kelayakan bangunan, salah satunya  jarak antar tower minimal 200 meter,”tambahnya.(korankito.com/dhia/amel)