Bisa Dipercaya

Oknum PNS KUA dilaporkan ke Polisi

Palembang- Lantaran anaknya tak bekerja di kantor Departemen Agama (Depag) Kota Palembang sesuai yang dijanjikan terlapor, Heri (53) mendatangi Mapolresta Palembang, Selasa (9/5).

Kedatangannya untuk melaporkan ZW (52) oknum pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu Kantor Urusan Agama (KUA) Palembang yang diduga sudah menipunya dan membawa lari uang korban sebanyak Rp200 juta.

Dihadapan petugas, Heri menuturkan kejadiannya berlangsung 21 Agustus 2014 yang lalu, dimana ketika itu terlapor mendatangi rumah korban dan mengatakan ZW dapat memasukan anaknya bekerja sebagai PNS.

Akan tetapi, sebelum anaknya bekerja di Depag Kota Palembang. Terlapor terlebih dahulu meminta uang sebesar Rp200 juta kepada korban sebagai uang pelicin agar anaknya dapat diterima bekerja.

Merasa percaya dengan ucapan terlapor, Heri pun memberikan uang tersebut dengan cara mentransfer di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank BRI yang berada di Jalan Kapten A Rivai, Kecamatan IB I Palembang.

“Uangnya saya berikan secara bertahap, tidak langsung sekaligus. Saya berikan langsung kepada ZW,” katanya saat memberikan keterangan dihadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang.

Akan tetapi, usai memberikan uang tersebut, hingga saat ini anaknya tak kunjung bekerja seperti yang dijanjikan oleh terlapor. Ia pun akhirnya membawa permasalahan ini ke jalur hukum.

“Sudah sering datang kerumahnya, untuk menagih janji dia. Tetapi, dia selalu menghindar dan terus berjanji-jani lagi. Saya juga sering menghubungi dia, tetapi telponnya susah dihubungi,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban. “Laporannya sudah kita terima dan akan segera diselidiki,” tutupnya. korankito.com/depe/mbam