Dinsos Buka Hotline Pengaduan

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang K Sadaruddin. foto / raya

Palembang – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang membuka hotline pengaduan yang dapat dimanfaatkan masyarakat yang ingin melaporkan keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) dan anak jalanan/punk yang berkeliaran dan terindikasi meresahkan masyarakat. Hal ini diungkapkan Plt Kadinsos K Sadaruddin saat ditemui di ruangannya, Selasa (9/5).

“Masyarakat bisa menghubungi ke nomor 08128319044 atau 0812831914. Bisa melalui short message service (SMS) atau telepon langsung,” ungkapnya.
Sadaruddin menjelaskan keberadaan gepeng dan anjal ini terkadang memang meresahkan. Terutama pada saat menjelang Ramadhan, dimana keberadaan gepeng dan anjal ini akan mengingkat seiring dengan menjamurnya gepeng dan anjal musiman yang sengaja memanfaatkan masyarakat yang ingin berama di bulan puasa.
Karena itu pihaknya akan menyiagakan empat personil di dua masjid besar yang ada yakni Masjid Agung dan Masjid Taqwa. Karena masjid menjadi target mereka untuk mendapatkan santunan dari warga yang datang ke masjid untuk salat sekalian beramal.
“Karena keterbatasan personil untuk sementara di dua masjid ini dulu dengan menempatkan empat personil di masing-masing poskosnya,” jelasnya.
Ia mengakui kesulitan dalam melakukan penertiban terhadap gepeng musiman ini karena mereka juga memanfaatkan waktu jeda dalam pergantian shift personilnya. Dimana setiap hari pihaknya mengerahkan 33 orang personil yang dibagi menjadi tiga shif yang dimulai dari pertama dari pukul 07.00 hingga 12.00, shift kedua dari pukul 13.00 hingga 18.00, shift ketiga dari pukul 17.00 hingga 24.00.
“Misal pergantian shiftnya itu kan ada jeda satu jam, disitu kesempatan mereka karena petugas juga sedang beristirahat. Gepeng ini sudah lihai karena memang orang-orangnya yang itu-itu lah,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi keberadaan gelandangan dan pengemis (Gepeng) musiman di bulan Ramadan, lanjutnya jumlah personil yang melakukan patroli akan ditingkatkan. Jika biasanya dalam satu shift ada 11 personil dilapangan akan ditambah menjadi 20 personil. Hal ini mengingat biasanya akan terjadi peningkatan gepeng dan anjal yang berkeliaran di jalan.

 

“Personil di lapangan ini disebut Tim Penjangkauan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang, Kepolisian, Tagana,

Sementara itu Koordinator Tim Penjangkauan Dinsos Khusnadi menjelaskan, penertiban gepeng dari Januari sampai Mei, pihaknya berhasil menjaring sekitar 72 orang yang 18 diantaranya gepeng. Sementara untuk anak jalanan (Anjal) lanjutnya sudah ada pengurangan untuk di jalan protokol, dimana  anjal ini merapat ke daerah pinggiran kota seperti Daerah Pasar Jakabaring, Pasar Lemabang, dan Stasiun Kertapati.
“Biasanya peningkatan Gepeng jelang Ramadhan ini bisa lebih dari 50 persen. Untuk sekarang ini, kami mohon bantuan masyarakat, jika menemukan gepeng dan anjal yang masih berkeliaran segera laporkan ke kami agar bisa ditindak lanjuti segera,” katanya.
Ditambahkannya, bagi orang yang dengan sengaja memberikan sumbangan kepada gepeng, sesuai dengan Perda nomor 12 tahun 2012 terkait Anjal dan Gepeng bisa terkena sanksi denda Rp 50 juta dan kurungan 3 bulan penjara.
 “Tapi kami tidak bisa langsung memberi sanksi itu jika tidak ada bukti. Karena itu kedapatan silahkan foto dan laporkan ke hotline kita,” tukasnya. (korankito.com/raya/amel)