Bisa Dipercaya

Muhammadiyah Putuskan 27 Mei Puasa Pertama

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel menggelar konferensi pers terkait penetapan awal Ramadhan. Foto/eja

Palembang – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan puasa tahun ini hanya selama 29 hari. Keputusan ini berdasarkan perhitungan rukyat dan perhitungan hisab hakiki wajudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdidnya.

Perhitungan dan penetapan ini berdasarkan hasil hisab hakiki wajudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kemudian melalui perhitungan itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan maklumat nomor 01/MLM/I.0/E/2017 yang disebar keseluruh pengurus wilayah, cabang dan ranting tentang penetapan hasil hisab Ramadhan, Syawal dan Zulhijah 1438 Hijriah.

Berita Sejenis

Lima Cara Menyenangi Proses Belajar

Lima Titik Pipa PDAM Linggau Bocor

Suporter SFC: Dzumafo Itu Bio Paulin Kedua

1 daripada 3.103

Hal ini diungkapkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan (Sumsel) Romli saat menggelar konferensi pers bersama awak media di kantor PWM Sumsel, di Jalan A Yani Plaju, Palembang, Senin (8/5).

Menurut Romli, ada dua cara penentuan penanggalan Hijriah yaitu metode rukyat dan perhitungan hisab. Sehingga setelah melakukan perhitungan tersebut, PWM menetapkan 1 Ramadhan 1438 jatuh pada tanggal 27 Mei 2017.

“Ijtimak jelang Ramadhan 1438 Hijriah pada Jumat legi (26/5) pukul 02.46.53 bahwa tinggi bulan saat matahari terbenam di Yogyakarta yang berada di atas ufuk minus nol tujuh derajat 48 detik dan lintang sama dengan 110 derajat 21 detik bujur timur, sama dengan plus nol delapan derajat 22 detik 59 menit. Sedangkan untuk 1 Syawal 1438 bertepatan pada 25 Juni 2017 sehingga lama puasanya hanya 29 hari dan untuk 1 Zulhijah ditetapkan pada 23 Agustus,” paparnya.

Romli menjelaskan, untuk tahun ini perhitungan Muhammadiyah dan pemerintah mengenai penetapan tanggal 1 Ramadhan 1438 itu sama. Sedangkan untuk akhir Ramadhan dan awal Syawal masih belum ada kejelasan sebab pihak pemerintah masih menghitung hisab-nya.

“Diperkirakan tahun ini awal puasa Muhammadiyah dan pemerintah sama. Tapi mengenai akhir puasa dan bulan Syawalnya belum pasti. Itu tidak prinsip, karena yang paling penting itu puasanya,” ungkapnya.

Dengan adanya edaran mengenai penetapan puasa pertama, maka PWM Sumsel mengimbau kepada jamaahnya agar menghidupkan suasana Ramadhan di pusat-pusat keramaian Muhammadiyah dan tetap menjaga keamanan serta kenyamanan sehingga tercipta suasana yang kondusif.

“Tanggal 26 Mei malam sudah mulai tarawih yang pertama, jadi kami imbau mari kita ramaikan masjid untuk merayakan datangnya bulan suci Ramadhan,” pungkasnya. (korankito.com/eja/fran)