Dihipnotis, Emas dan Handphone Melayang

Eliya korban hipnotis saat melapor ke Mapolresta Palembang,Senin (8/5). foto / depe

Palembang – Eliya (23) harus kehilangan sejumlah barang-barang berharga miliknya, usai menjadi korban hipnotis di depan pusat perbelanjaan Palembang Icon (PI) Jalan Pom IX, Kecamatan IB I Palembang. 

Akibat dari kejadian itu, wanita yang tinggal di Jalan Sabu Kingking, Kelurahan Sei Buah, Kecamatan IT II Palembang melapor di Mapolresta Palembang, Senin (8/5) sekitar pukul 14.00.

Dihadapan petugas, Eliya mengatakan kejadiannya bermula saat dirinya hendak pulang ke rumah, usai dari berbelanja dengan teman-teman di Mall Palembang Icon. 

Kemudian, saat sedang menunggu angkut kota (angkot) di Halte Trans Musi depan mall tersebut, ia didatangi dua orang pelaku yang berpura-pura menanyakan alamat pameran di kawasan Jakabaring. 

Lalu saat sedang mengobrol dengan pemuda tersebut, seorang pelaku lainnya menepuk bahu korban, hingga akhirnya Eliya pun tak sadarkan diri. 

“Mereka itu, datang berdua. Pura-pura menanyakan alamat pameran di Jakabaring, lalu pelaku lainnya menepuk pundak saya dan saya pun tak sadarkan diri,” katanya dihadapan petugas.

Dikatakan Eliya, ia baru menyadari sudah menjadi korban hipnotis saat sedang berada di dalam angkot yang ia naiki untuk pulang kerumahnya. 

“Saya sadar didalam angkot, pas melihat perhiasan kalung dan gelang sebanyak empat suku, tiga ponsel iPhone dan uang sebesar Rp800 ribu sudah tidak ada lagi dengan saya,” katanya. 

Dijelaskan korban, ia sempat mengenali kawanan pelaku dengan kulit sawo matang, menggenakan jaket dan badan tinggi. “Saya berharap polisi cepat menangkap pelaku, kerugian saya mencapai Rp20 juta,” tuturnya. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut.

 
“Sudah kita terima dan akan segera kita tindaklanjuti,” tegasnya. (korankito.com/depe/amel)