Pemkot Akan Awasi Pembangunan di Kecamatan

Walikota Palembang saat melakukan gotong royong di Anak Sungai Bayas Jalan Rimbo Kemuning Lorong Ogan RW 02 Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning Palembang, Minggu (7/5). foto / ist

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kedepannya akan melakukan pengawasan terhadap pembangunan di 16 kecamatan yang ada. Pasalnya hampir setiap pembangunan yang dilakukan cenderung tidak memperhatikan tata ruang misalnya pembangunan perumahan yang tanpa drainase sehingga menjadi penyebab banjir saat musim hujan.

“Perlunya ada penataan dalam pembangunan demi tata ruang yang lebih baik nantinya. Inilah yang harus kita perhatikan kedepannya,” tuturnya saat melaksanakan kegiatan gotong royong di Anak Sungai Bayas Jalan Rimbo Kemuning Lorong Ogan RW 2 Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning Palembang, Minggu (7/5).

Harno mengungkapkan, selain itu ada juga bangunan rumah yang berdiri diatas jalur sungai, yang dipastikan bakal mengganggu fungis aliran sungai itu sendiri. Dalam hal ini, ia mengatakan, perlu adanya kerjasama seluruh pihak untuk saling mengingatkan jika ada yang memang belum paham atau mengerti terkait hal ini.

“Karena tidak semua masyarakat paham terkait fungsi jalur hijau ataupun bangunan yang dapat menyebabkan terganggunya kerja sungai. Untuk itu mari kita jaga bersama, dan sama-sama mengingatkan. Mungkin ada warga yang tidak mengerti dan paham,” katanya.

Dalam kesempatan itu, beberapa pemilik rumah yang bangunannya berada di atas sungai menyatakan siap membongkar bangunannya.

“Inilah fungsi gotong royong yang kita lakukan selama ini. Karena kita bisa langsung melakukan pendekatan secara kekeluargaan tanpa ada paksaan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga yang ada di kawasan tersebut Ida (43) mengungkapkan, ia bersedia membongkar bagian rumahnya yang memang diketahui menutupi jalur aliran sungai. “Tidak masalah, kita bongkar saja bagian yang menutupi aliran sungai demi kebaikan bersama,” ujarnya. (korankito.com/aya/amel)