Bisa Dipercaya

Alex Noerdin Pimpin Indonesia di ISG 2017

Jakarta – Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin dipercaya untuk menjadi Chief de Mission (CDM) Kontingen Indonesia pada Islamic Solidarity Games (ISG) IV-2017 yang berlangsung di Baku, Azerbaijan 12-22 Mei mendatang.

Bertempat di Hotel Century Park Jakarta, Ketua KOI Erick Thohir secara resmi mengukuhkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin sebagai ketua rombongan kontingen Indonesia. Keberhasilan serta pengalaman  sebagai CDM bukan kali pertama bagi tokoh olahraga nasional ini. Tahun 2009 Alex Noerdin pernah memimpin kontingen Indonesia pada ajang SEA  Games di Laos. Dilanjutkan menjadi  CDM ISG 2017.

Menurut Alex Noerdin dirinya  merasa terhormat dan bangga dipilih menjadi  CDM,  Sebagai CDM memiliki tanggung jawab lahir bathin terhadap kontingen Indonesia di level Internasional. Terlebih lagi, tahun depan Indonesia berperan sebagai tuan rumah pelaksanaan Asian Games ke-18.

Keberhasian Indonesia dalam ISG lll 2013 dengan membawa Indonesia menjadi juara umum prestasi ini harus di perjuangkan kembali pada ajang ISG lV 2017 ini” ungkapnya.

Alex Noerdin berharap, para atlet, pelatih, official dapat bertanding dengan sebaik-baiknya serta menjunjung tinggi sportifitas untuk meraih prestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa.

Perhelatan Islamic Solidarity Games ini dapat menunjukan bahwa Negara Islam dapat rukun dan damai serta tidak ada kebencian.

Alex Noerdin mengajak semua pihak dapat berkontribusi dalam penyebarluasan perdamaian di dunia.” Serunya.

Pada ajang ISG 2017 di Baku – Azerbaijan,  Indonesia diperkuat dengan 111 atlet, dan didampingi 69 oficial ( pelatih, manager, perwakilan KOI).  Indonesia akan bertanding pada 13 cabor. Diantaranya basket, voli, menyelam, renang,  atletik,  para atletik, senam, yudo, menembak, karate, taekwondo, angkat beban, dan wushu. Rombongan pertama atlet Indonesia akan tiba di Baku pada 9 Mei 2017 dan akan singgah di wisma Indonesia, Baku.

Secara resmi Sesmenpora melepas kontingen Indonesia untuk ajang ISG 2017.

Dalam ISG 2017 Pemerintah melalui Kementerian pemuda dan olahraga sebelumnya  telah menganggarkan dana sebesar 10M rupiah. Sedangkan mekanisme untuk partisipasi Indonesia di gelaran Internasional tersebut berawal dari KOI.(korankito.com/hms/mbam)