Bisa Dipercaya

Program TMMD Ditutup, Masyarakat di Minta Lestarikan Budaya Gotong Royong

Palembang – Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-98 tahun 2017 se-Indonesia resmi ditutup, Kamis, (4/5). Kasdam II Sriwijaya, Brigjen TNI Marga Taufiq menjelaskan program ini ada dua jenis yakni kegiatan fisik meliputi pembangunan jalan 1,5 km, rehab musala, rehab MCK, bedah rumah, pengecoran jalan, pembangunan jembatan, dan pembangunan pos kamling.

Sedangkan kegiatan non fisik meliputi pertanian, perikanan, pengobatan massal, sunatan massal, penyuluhan keluarga berencana (KB) , narkoba, donor darah,  hingga pembagian sembako.

“Sasaran fisik  maupun non fisik yang dilaksanakan disesuaikan masing-masing daerah, namun basisnya adalah gotong royong. Kami harap masyarakat dapat melestarikan budaya gotong royong yang selama ini telah rutin dilaksanakan, ungkapnya usai penutupan TMMD ke-98 Tahun 2017 di Tanjung Barangan, Kamis (4/5).

Berita Sejenis
1 daripada 6

Marga mengatakan, untuk pembangunan di Tanjung Barangan semua sudah selesai, sesuai dengan target yang ditetapkan. Dengan mengarahkan budaya gotong-royong yang harus dipertahankan.

“Pelaksanaan cukup baik, antusias masyarakat sangat baik untuk memanfaatkan hasil pembangunan ini,” katanya.

Selaain itu lanjutnya, kedepan TNI akan lebih sering menggelar kegiatan serupa tiga kali dalam setahun. Sedangkan untuk pemilihan lokasi, disesuaikan dengan permintaan pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengucapkan terima kasih kepada TNI yang telah berkerja keras untuk kesejahteraan masyarakat Kota Palembang. Terlebih Palembang sebentar lagi menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Kita dapat lihat pembangunan mulai dari  jembatan, jalan hingga MCK. Bahkan hari ini kita lihat juga ada yang donor darah, dan sunatan massal. Jadi atas nama pribadi dan Pemkot Palembang, saya mengucapkan terimakasih,” tuturnya.

Saat ditanya, dimana lokasi TMMD berikutnya, dikatakan Fitri akan dilihat lagi daerah mana yang harus dibangun.

“Kita tidak pilih kasih, 16 kecamatan harus tersentuh Pemerintah Kota Palembang, TNI dan seluruh aparaturnya,” tukasnya. (korankito.com/aya/amel)